Warga Tiga Desa Terisolir Ini Butuh Jalan Aspal Dan Listrik

‘Semut Di Seberang Lautan Bisa Kau lihat, Sedangkan Gajah Di Pelupuk Mata Tidak Nampak’

JeMmy Tehardjo | Kota Palu – Adalah (1). Desa Rondingo dipimpin Kepala Desa (Kades) bernama Almeus, (2). Desa Pobobia – Kades Arifin, (3). Desa Kayumpia – Walistin, ketiga desa tersebut berada di bukit pada sisi barat teluk palu di kota palu, namun desa-desa itu masuk wilayah Kecamatan Kinovaro Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah Indonesia. Warga di tiga desa itu sampai sekarang belum menikmati listrik dan akses jalan beraspal yang memadai.

Pesatnya pembangunan infrastruktur-infrastruktur yang jorjoran di Indonesia se-akan terlewatkan desa tersebut (Desa Rondingo, Pobobia, Kayumpia).

“apa salah dan dosa kami disini pak, sehingga kami tidak dapat menikmati pembangunan seperti saudara kami di seberang pulau Indonesia,” kata Jerry salah seorang tokoh pemuda di Desa Pobobia. “kami minta kepada presiden Jokowi nanti pada kerja 100 harinya memasukan desa-desa disini ke dalam program pembangunannya, karena sejak indonesia merdeka kami yang berada di gunung ini belum pernah menikmati fasilitas jalan beraspal dan listrik,” imbuh Jerry berharap kepada presiden Jokowi.

Sementara, Kepala Desa Rondingo, Almeus ditemui disalah satu tempat di Palu , kepada Kabartoday.com menerangkan akses jalan menuju ke desanya (Desa Rondingo) sangatlah extreem.

“jalan menuju ke atas itu hanya setapak dan sisi kiri menempel di gunung, sedang sisi kanan menganga jurang terjal dan setiap saat dapat menelan korban jiwa, terlebih lagi kalau kondisi jalan berbecek kendaraan roda dua sangat sulit memanjat jalan tersebut,” terang Kades Almeus memaparkan kondisi dan akses jalan menuju ke Desa Rondingo.

“jangankan kami sebagai orang desa, pembalap profesional pun lututnya pasti gemetar lewat jalan itu dan buah zakarnya pasti kembang kempis, ha ha ha,” kata Kades Pobobia, Arifin yang baru bergabung ditempat itu tertawa terbahak-bahak menghibur diri.

Sementara itu, menurut Kades Almeus meski desanya terkategori desa terisolir mampu mengentaskan tiga orang sarjana.

“di Desa Rondingo yang saya pimpin, meski kondisi jalan belum beraspal dan listrik juga belum ada, desa kami telah menelurkan tiga orang Sarjana (S1),” ujar Almeus. Selain itu lanjut Kades Almeus warga desa rondingo berpenghasilan dari hasil pertanian. “mereka menanam kayu manis, kacang merah dan coklat sebagai sumber penghasilan warga, dan dengan populasi penduduk 175 Kepala Keluarga, 535 jiwa,” tutupnya.

Dan ditambahkan Kades Arifin di desanya yakni Desa Pobobia dihuni 99 Kepala Keluarga, 300 jiwa, sedang tetangganya lagi, Desa Kayumpia punya ± > 100 Kepala Keluarga, ± > 500 jiwa. KABARTODAY.com