Usut Korupsi Pengadaan Kapal Nelayan, 3 Orang Ditetapkan Tersangka

Tolitoli, Kabartoday.com – Menjelang akhir Triwulan ke dua, Kejaksaan Negeri Tolitoli mengelar press release dalam menetapkan tersangka kasus dugaan pelanggaran pengadaan kapal di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Tolitoli TA, 2019.

“Penetapan tersangka pengadaan Kapal fiber dan kapal kayu tahun 2019 yang diperuntuhkan untuk kelompok nelayan dan dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) dengan total anggaran sebar Rp 1,2 miliar oleh dinas Kelautan dan Perikanan,” Ucap Kasi Pidsus Rustam Efendy, S.H.

Kepala Kejaksaan Negeri Tolitoli Deddy Koerniawan S.H.,MH yang diwakili Kasi Pidsus Kejari Tolitoli, Rustam Efendi, SH menyampaikan dalam penetapan tersangka yang dilakukan Kejaksaan Tolitoli berawal dari penyelidikan yang dilakukan oleh Kasi Intelejen Kejari Tolitoli Junaedi, S.H., yang mana berkas dugaan korupsi Dinas Kelautan dan Perikanan telah dilimpahkan kepada tindak pidana Khusus (Pidsus) untuk tahap penyidikan.

“Dari hasil penyidikkan beberpa bulan ini, akhirnya tim penyidik dari kejari Tolitoli telah menemukan dua alat bukti yang cukup, dan Sebelum menetapkan tersangka tim penyidik juga telah melakukan gelar perkara dihadapan semua kasi dan kacabjari, sehingga mengambil keputusan untuk menetapkan tersangka dalam kasus Pengadaan Kapal Nelayan Tahun 2019,” Ungkap Rustam Efendy didepan awak media Kamis 17 Juni 2021.

Ia Menambahkan, sebelum menetapan tiga (3) orang menjadi tersangka, Kejari Tolitoli telah memeriksa puluhan orang terkait persoalan dugaan korupsi Di dinas Kelautan dan Perikanan

“Ketiga tersangka tersebut masing masing berinisial G selaku Pengguna Anggaran (PA), di Dinas Kelautan dan Perikanan, selanjutnya inisial S.B selaku PPK Dinas Perikanan Dan kelautan, dan yang terakhir berinisial MD selaku manager operasional CV Generasi Pribumi dan CV Wultom yang merupakan pelaksana pengadaan kapal kayu dan Fiber tahun 2019,” terang Rustam Efendy

“Saat ekspos yang dilakukan tim Penyidik kejari Tolitoli dihadapan seluruh kasi dan Kacabjari, semua sepakat untuk menyimpulkan dengan ditemukannya dua alat bukti cukup untuk penetapan tersangka,” jelasnya.

Ia menjelaskan, Saat penetapan tersangka, pihaknya telah melakukan kordinasi, meminta petunjuk dan arahan kepada pimpinan.

Rustam mengatakan, Penetapan ketiga (3) tersangka juga mengacu pada pedeoman dan peraturan yang dikeluarkan Kejaksaan Agung nomor 22/A/SUJA/02/2021, tentang penetapan status tersangka, yang intinya tidak harus menunggu hasil perhitungan kerugian negara, tapi berdasarkan dua alat bukti yang cukup dan itu sah.

“Untuk menetapkan tersangka Kita mengacu pada pedoman dan peraturan yang dikeluarkan Kejagung RI, dengan dua alat bukti, dan nantinya kami akan tetap mengacuh pada perhitungan dari pihak yang berwenang, dalam hal Ini BPK, BPKP Dan Inspetorat, terkait kerugian negara yang telah ditimbulkan, ” Pungkasnya

Press release penetapan tersangka dugaan Korupsi pengadaan Kapal Nelayan turut dihadiri, Kasi Intelejen kejari Tolitoli Junaedi S.H., Kasi Tindak Pidana Khusus kejari Tolitoli Rustam Efendy, S.H. serta penyidik Kejaksaan Negeri Tolitoli. ***