Tolitoli Bermimpi Raih Penghargaan Adipura, WHY NOT?

Laporan Erwin Wong | Tolitoli – Sekretaris Daerah Kabupaten Tolitoli Drs. H. Mukaddis Syamsuddin M.Si membuka Rapat Koordinasi Tim Kelompok Kerja (Pokja) Persiapan Penilaian Kota/ Adipura diKabupaten Tolitoli Tahun 2018 di Suwot Pollimpungan Kantor Bupati, baru-baru ii di Tolitoli.

.

IMG-20180509-WA0021

.

Dilaporkan Erwin Wong bahwa rapat tersebut turut dihadiri Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Tolitoli, Organisasi Perangkat Daerah terkait serta sejumlah pimpinan Instansi Vertikal di Kabupaten Tolitoli.

Bupati Tolitoli dalam sambutannya yang dibacakan oleh  Sekretaris Daerah Kabupaten Tolitoli Drs. H. Mukaddis Syamsuddin. M.Si mengatakan Adipura adalah bentuk penghargaan bagi kota di Indonesia yang berhasil dalam pengelolaan lingkungan perkotaan.

Maksud dari tujuan penghargaan Adipura adalah untuk meningkatkan kinerja Pemerintah Daerah dan masyarakat Kabupaten Tolitoli dalam menciptakan kota yang bersih dan teduh sehingga kota yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan akan terwujud.

Bupati mengharapkan agar terbangun kesepahaman dan sinergitas dalam merumuskan langkah dan tindakan nyata sehingga Daerah kita mampu meraih piala Adipura.

Bupati juga mengajak kepada seluruh peserta rapat untuk fokus memberikan perhatian terhadap titik lokasi yang menjadi penilaian sehingga dapat segera dibenahi bersama-sama.

Sementara itu,  Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tolitoli Ir. Idham Muhammad Amin, dalam laporannya memaparkan bahwa program Adipura merupakan program Kerja Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mewujudkan wilayah yang berwawasan lingkungan menuju pembangunan yang berkelanjutan.

Pemantauan program Adipura adalah pemantauan terhadap capaian kinerja Pemerintah Kabupaten/Kota dalam pengelolaan lingkungan wilayah Kabupaten dan Kota selama periode pemantauan.

Sedangkan periode pemantauan adalah rentang waktu pemantauan  program Adipura yang dimulai dari bulan Juni tahun berjalan sampai dengan bulan Juni tahun berikutnya atau disingkat pemantauan P1 dan P2.

Selain itu, Ir. Idham juga menambahkan, penilaian dilakukan terhadap capaian kinerja pemerintah Daerah dan sistem manajemen pemerintah Daerah.

Adapun bobot penilaian sarana dan prasarana perkotaan terdiri dari sampah dan gulma area penilaian, sedimen pada drainase, sebaran pohon peneduh pada ruang terbuka hijau, tempat pembuangan sementara, pemilahan dan pengolahan sampah, penataan bangunan fisik, kebersihan WC, penghijauan, pengelolaan air limbah domestik, pencatatan sampah, saluran dan pengolahan lindi, prasarana pembuangan dan pemrosesan akhir sampah.

Ditempat terpisah LSM Bumi Bakti Tolitoli, Ahmad Pombang kepada Kabar Today mengatakan Jika Kabupaten Tolitoli ingin meraih Adipura maka pemerintah Kabupaten Tolitoli harus memperhatikan kebersihan di dalam kota khususnya tempat pembuangan sampah akhir (TPS).

“Sebagai ketua LSM bumi Bhakti Tolitoli merasa bangga jika Tolitoli bisa meraih Adipura dalam hal ini saya memberikan catatan penting buat pemerintah daerah terkait tempat pembuangan sampah yang terletak di Jalan Radio kabinuang agar segera dibenahi dan dipindahkan, terkait dengan Ruang Terbuka Hijau (RTH) pemerintah harus mencari dan nenyiapkan RTH jika penilaian tersebut juga yang diambil nilai dalam perebutan Adipura,  jika tidak dipenuhi pemerintah, maka pemerintah daerah jangan terlalu banyak berharap “bermimpi disiang bolong” untuk bisa dapat meraih Adipura,” ujarnya Ahmad Pombang, Ketua LSM Bui Bhakti Tolitoli membantu mimpi Kabupaten Tolitoli dapat mearaih salah satu penghargaan Adipura.

Pemerintah Tolitoli Jangan hanya tutup mata terhadap apa yang ingin dicapai selama ini untuk meraih Adipura, akan tetapi harus berbena mulai dari sekarang. ****