Tim PKW Untad-Unisa Bappelitbangda Parimo Memantapkan Program Zero Waste Agriculture

Parigi, Sulteng | Kabartoday.com – Program Pengabdian kepada masyarakat skema PKW (Program Kemitraan Wilayah) dengan judul: Pengembangan Usaha Tani Terpadu Berbasis Zero Waste Agriculture di Kecamatan Parigi Selatan Kabupaten Parigi Moutong yang dilaksanakan oleh Ir. Burhanuddin Haji Nasir, M.P. (ketua tim), Dr. Ir. Najamudin, M.Si. dan Dr. Irwan Lakani, S.P., M.Si.

(masing-masing sebagai anggota tim) dari Universitas Tadulako bersama dengan Ir. Sitti Sabariyah, M.Si. dari Universitas Alkhaeraat (UNISA) Palu dan Nur Noviyanti Bandha, S.H. (Kabid Ekonomi) serta Tina Septiana, S.T., M.T. (Kasubid Ekonomi I) Bappelitbangda Kabupaten Parigi Moutong melakukan kegiatan pendampingan masyarakat dalam memantapkan teknologi Zero Waste Agriculture di Desa Tindaki dan Desa Dolago Padang Kecamatan Parigi Selatan.

Di Desa Tindaki dengan mitra kegiatan yaitu kelompok tani Bidadari dilakukan pemantapan teknologi Zero Waste Agriculture berupa perbaikan mutu dan peningkatan omzet produk pupuk kompos dan pupuk organik cair (POC) yang telah diproduksi oleh kelompok tani mitra, dan pengaplikasian produk pupuk kompos dan POC di lahan usaha tani masyarakat.

Pupuk kompos yang dikembangkan oleh kelompok tani mitra program PKW berupa kompos kotoran ternak sapi, sedangkan pupuk organik cair yang dikembangkan adalah pupuk cair biourin sapi. Kedua produk tersebut dianalisis kandungan haranya kemudian dilakukan pelabelan dan pengemasan produk.



Pengaplikasian pupuk kompos dan POC di lahan usaha tani kelompok mitra dimaksudkan sebagai sarana belajar dan sekolah lapang bagi anggota kelompok tani mitra dalam merumuskan dosis dan konsentrasi serta waktu aplikasi yang tepat.

Di Desa Dolago Padang dengan mitra kegiatan yaitu anggota masyarakat yang emiliki ternak sapi dilakukan pemantapan teknologi Zero Waste Agriculture berupa perbaikan mutu pakan ternak berbasis limbah jerami padi. Limbah jerami padi dibuat pakan ternak dengan teknologi Fermentasi Jerami Padi

Dengan memanfaatkan sumberdaya masyarakat berupa limbah pertanian dan limbah ternak menjadi pupuk kompos, pupuk organic cair dan pakan ternak maka dapat dipastikan bahwa hasil samping dari pertanian dan ternak dapat dimanfaatkan menjadi produk yang memberi nilai tambah sekaligus menjadikan lingkungan sekitar menjadi sehat, serta dapat menjadi tambahan penghasilan masyarakat melalui usaha penjualan pupuk organik dan pakan ternak.

Dengan program pendampingan masyarakat tersebut, masyarakat diharapkan dapat lebih mandiri dalam melakukan aktivitas usaha tani dan ternaknya agar lebih berkembang dan memberi dampak positif.

Program kemitraan wilayah tersebut terlaksana atas persetujuan dari Kemendikbud-Ristek RI sesuai dengan Perjanjian Penugasan Pelaksanaan Program Pengabdian Masyarakat Nomor : Nomor: 078/SP2H/PPM/DRPM/2021, Tahun 2021.***/Marthen