Tim PKM Untad Inisiasi Tekhnologi Budidaya Padi Sawah Organik di Desa Astina

Parigi | Kabartoday.com -Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Tadulako (Untad) Palu dalam hal ini telah melaksanakan salah satu dharma dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian pada masyarakat.

Kegiatan yang dilakukan merupakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai oleh Kementerian Riset, Tekhnologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bekerja sama dengan kelompok tani ‘Batu Sari’ di Desa Astina Kecamatan Torue Kabupaten Parigi Moutong,Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) belum lama ini.

Salah satu anggota Tim PKM Untad, Ir.Dance Tangkesalu,MP menjelaskan tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan solusi dari permasalahan yang dihadapi mitra (kelompok tani) baik dalam bidang produksi maupun manajemen dengan memberikan penyuluhan, demontrasi dan pendampingan.

“Harapan kami agar petani dapat menjalankan kegiatan usaha taninya menggunakan rakitan teknologi yang telah dipraktekkan,” ucap dosen Fakultas Pertanian Untad ini.

Menurut, dosen senior di Faperta Untad ini, adapun metode pelaksanaan untuk mendukung realisasi PKM dilapangkan baru baru ini meliputi;

Pertama; penyuluhan yang bertujuan untuk mengubah pengetahuan sikap dan keterampilan masyarakat tani sehingga sangat bagus untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat.



Kedua; pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam aplikasi inovasi tekhnologi.

Ketiga; pembuatan demo ploting dimana praktek aplikasi tekhnologi dilapangan agar masyarakat bisa melihat secara langsung terapannya dalam kehidupan nyata seperti demo ploting pembuatan pupuk,pembuatan bioinsektisida dan penanaman padi sistem SRI.

Keempat; pendampingan yakni pembinaan secara berkala dan berkelanjutan mengenai adopsi/aplikasi tekhnologi dama praktek langsung pada tingkat masyarakat.

Kelima; evaluasi yang bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan kegiatan penyuluhan dan pelatihan.

Selama ini, kata Dance Tangkesalu, khususnya di wilayah Kecamatan Torue dalam melakukan aktivitas usaha tani, anggota kelompok tani masih dilakukan secara konvesional, yakni dengan penggunaan pupuk anorganik yang tidak sesuai dengan rekomendasi yakni dosis yang cenderung tinggi. Penggunaan pupuk kimia yang berkonsentrasi tinggi dan dengan dosis yang tinggi dalam kurun waktu yang panjang menyebabkan terjadinya ketimpangan (ketidak seimbangan) hara lainnya dan semakin merosotnya kandungan bahan organik tanah.

“Kejadian semacam ini menyebabkan terjadinya pengurasan hara tertentu dan terjadi defisiensi Zn dan Cu,”jelasnya.



Padahal menurut dia,
pertanian organik dapat menjamin keberlanjutan usaha pertanian mengingat sistem usaha tani ini mampu menjamin kelestarian kesuburan dan lingkungannya.

“Pupuk organik mempunyai kelebihan mampu meningkatkan tidak hanya kesuburan kimia tanah, namun juga kesuburan fisik (struktur labih baik) dan biologi tanah serta mengandung senyawa pengatur tumbuh,”ucapnya.

Selain itu, lanjut Dance Tangkesalu, penggunaan pupuk organik tidak sekedar mampu memperbaiki kesuburan saja, namun akan menyehatkan tanah, sehingga akan menjamin terhadap kesehatan tanaman dan hasilnya serta akan menyehatkan manusia yang mengkomsumsinya.

Dia menambahkan, selama pelaksanaan penyuluhan dan pelatihan digelar antusias dari para peserta khususnya anggota kelompok tani sangat tinggi.

“Diharapkan melalui kegiatan ini, ilmu pengetahuan tentang tekhnologi yang diperoleh dapat dikembangkan oleh seluruh anggota kelompok tani padi di Desa Astina demi meningkatkan hasil produksi pertanian,” harapnya. MRT