Tangki Siluman Marak di SPBU Poso

JAYA | POSO – Mobil bertangki modifikasi yang digelar “tangki siluman”, mendominasi setiap antrian BBM premium di SPBU Poso. Salah satunya di Moengko.

Antrian panjang mobil-mobil “siluman”, tersebut sudah menjadi pemandangan lumrah setiap hari. Akibatnya, jatah BBM jenis premium yang rata-rata masuk sebanyak 8 ton atau lebih, akan habis dalam waktu sekejab.

Rata-rata, satu “mobil siluman”, bisa diisi 300 hingga 500 liter.

Hasil pantauan Kabar Today, mobil yang tangkinya sudah dimodifikasi macam-macam merek. Ada mobil Kijang, Mitsubishi TS, Suzuki APV, Suzuki Futura dan mobil-mobil pick-up.

“Jangan berharap akan kebagian premium pak. Karena antrian yang panjang itu adalah mobil tangki siluman”,” ungkap seorang ibu yang membuka Warung jualan tak jauh dari area SPBU, sambil menujuk ke arah antrian.

Pengawas SPBU Moengko yang berusaha dikonfirmasi Kabar Today terkait informasi “tangki siluman” belum berhasil, karena tidak berada di tempat.

Kabar Today juga berusaha melakukan konfirmasi dengan pejabat Bidang Ekonomi Setkab Poso, tapi juga belum berhasil.

Informasi yang dihimpun Kabar Today di Poso menyebutkan bahwa mobil-mobil tangki siluman, merupakan kelompok yang terorganisasi dan dikomandoi oleh seorang boss. Premium yang terisi di tangki siluman, dipindahkan dan ditampung di penampungan besar seperti kilang.

“Kami berharap, instansi terkait kerjasama pihak kepolisian untuk membongkar sindikat tangki siluman, sehingga tidak merugikan masyarakat dan kepentingan umum,” kata salah satu pemilik kendaraan yang tidak kebagian premium.

Banyak pemilik mobil dari luar daerah yang melintas di Poso harus gigit jari. Sebab premium pastilah habis “diborong” mobil-mobil tangki siluman yang sejak pagi sudah mengisi antrian panjang, sehingga mobil lain sulit kebagian antrian, Karena posisi antrian sudan dikuasai mobil tangki siluman.
Mobil Pertamina yang membawa premium akan muncul sekitar pukul 10.00 Wita atau diatas jam tersebut.
Jika melihat kekuar area SPBU, banyak penjual BBM premium maupun pertalite botolan seharga Rp. 10.000. Sedangkan untuk satu jerigen ukuran 5 liter, mereka jual seharga Rp. 50 ribu.*