Tambak Udang Milik PT. Esaputlii prakarsa Utama Belum Kantongi Izin

Erwin | Tolitoli – Aktifitas tambak udang milik PT Esaputlii Prakarsa Utama (EPU) yang berlokasi, Desa Lingadan, Kecamatan Dakopamean, kini menjadi sorotan masyarakat. Ini yang menyebabkan perusahaan ini bukan merupakan izin. Namun sementara izin belum dikantongi, dilokasi proyek tambak pihak perusahaan sudah mulai melakukan beraktifitas.

Luas lahan yang diperuntukan akan dijadikan lokasi tambak udang kurang lebih 80 hektar. Namun yang disayangkan, sejauh ini belum ada tindakan yang dipastikan dari Pemkab Tolitoli untuk menghentikan sementara kegiatan pengerjaan yang dilakukan di lokasi tambak.

“Tidak bisa melakukan pengerjaan apapun. Sebelum dikeluarkan izin, tetap tidak boleh, ”terang kepala Bidang Pelayanan dan Informasi Perizinan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Tolitoli, kompilasi diaktifkan di kantornya Selasa (25/3).

Dikatakan, jika perusahaan melakukan pengerjaan sebelum ada izin, jelas itu merupakan persetujuan. Maka perlu untuk dilakukan. Namun terkait dengan penertiban, itu sama sekali bukan kewenangan perizinan. Melainkan tugasnya Pol PP dan aparat kepolisian.

“Kalau mereka melakukan pekerjaan, belum ada izin. Sebaiknya teruskan ke Pol PP selaku penegak perda dan polisi sebagai prnegakkan hukum, ”saranya

Dikatakan, perusahaan yang memiliki tambak itu belum meminta izin usaha tambak udang ke perizinan hingga saat ini.

Yang jelas katanya, jika diminta perusahaan yang diminta izin, tentu saja ada penilaian yang diberikan dan proses yang akan dilakukan sebelum izin diterbitkan. Pertama, Badan Koordinasi Tata Ruang Daerah (BKRD), terlebih dahulu akan melakukan kajian untuk menentukan apakah lokasi tempat tambak sesuai dengan tata ruang atau tidak. “Jika tidak sesuai dengan tata ruang tentu ditolak. Tapi kalau cocok, kita akan rekomendasikan jika lokasi yang cocok untuk Tambak Udang, ”terang dia.

Setelah mendapatkan rekomendasi dari tata ruang selanjutnya akan diajukan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait dengan izin Lingkungan. Jika lokasi tambaknya di atas lima hektar, maka perusahaan tersebut harus menggunakan izin Amdal.

Ditempatkan terpisah Ketua LSM Bumi Bhakti Tolitoli Ahmad Pombang sangat menyayangkan sikap dari pihak perusahaan yang telah melakukan aktivitas tetapi belum mengantongi izin satu pun dari OPD yang dimiliki.

Padahal pihak perusahaan sendiri tidak pernah diberikan rekomendasi apa pun untuk segala kegiatan pengerjaan yang dilakukan perusahaan tambak itu, jelas telah menyelahi ketentuan, lantaran mereka belum mengantongi izin.

“Perusahaan ini belum kantongi izin. Tapi mereka sudah melakukan aktivitas pekerjaan dilokosi. Ini yang sangat saya sesalkan, padahal dinas perikanan tolitoli, sendiri tidak pernah memberikan penghargaan, ”terang ahmad

Ahmad mendesak, kegiatan tambak udang milik PT. EPU ini meminta ada praktik tersebulung, yang melibatkan aparat pemerintah di tingkat kecamatan, hingga tingkat desa dengan pihak perusahaan. Menyikapi rencana ini, dia pun berencana akan mengadukan masalah ini ke komisi B DPRD Tolitoli untuk dilakukan pendengaran.

“Saya akan layangkan surat dengar pendapat ke dewan. Nanti di sana kita akan mengbongkar dugaan konspirasi terselubung aktifitas tambak di Desa Lingadan ini, ”tutup Ahmad pombang. KABARTODAY.com