Tadah Barang Curian dari Pulang Pisau, GN Dibekuk Tim Resmob Gabungan

SUYANTO | PULANG PISAU | KALTENG – Tim Resmob gabungan Polres Jajaran Polda Kalteng berhasil membekuk GN (37), karena diduga sebagai penadah puluhan sparepart alat berat hasil tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat) yang beroperasi di wilayah Kalimantan.

Penangkapan GN tersebut hasil pengembangan dari 3 (tiga) tersangka yang sebelumnya sudah ditangkap oleh Polresta Palangkaraya pada Jum’at, 02 April 2021 sekira pukul 08.00 WIB. Dan, menurut pengakuan para tersangka, juga pernah melakukan aksinya di Wilayah hukum Polres Pulang Pisau.

Ketiga tersangka yang pernah beroperasi di Pulang Pisau tersebut diantaranya, AN (30) warga Kelurahan Handil Bakti, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala. Kemudian AL (57) warga Desa Gudang Tengah dan SB (41) warga Desa Sungai Tabuk Keramat, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.

Kapolres Pulang Pisau, AKBP. Yuniar Ariefianto SH.,S.I.K.,M.H membeberkan, para tersangka sudah 2 kali melakukan pencurian di wilayah hukum Polres Pulang Pisau. Tepatnya pada, Senin tanggal 14 Desember 2020 sekitar pukul 01.00 WIB, di Desa Jabiren RT 6, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau. Para tersangka berhasil mencuri sparepart monitor alat berat jenis ekskavator Merk Komatsu 130, milik Asio bin Unil warga Desa Jabiren.

“Kemudian dihari Minggu, tanggal 14 Pebruari 2021 sekitar pukul 23.00 WIB, di lokasi Balai Budidaya Perikanan Air Tawar Mandiangin Kementerian kelautan dan Perikanan yang beralamat di jalan Lintas Kalimantan, Desa Garong, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau. Para tersangka juga menggondol sparepart alat berat berupa monitor dan Cotroler alat berat jenis Ekskavator merk Caterpilar CAP132D serta Controler alat berat jenis ekskavator merk Sumitomo SH210LC,” kata Kapolres, Minggu (04/04).

Barang hasil curian para tersangka tersebut, lanjutnya, kemudian dijual kepada GN yang beralamat di Sumedang, Jawa Barat melalui jasa ekspedisi TIKI Geray Sultan Adam, Banjarmasin dengan harga Rp 8,5 juta untuk 1 monitor dan 2 controler dan 1 buah monitor lagi Rp 7 juta, jadi total hasil penjualan adalah Rp 15 juta.

“Pada hari Sabtu tanggal 03 April 2021 sekitar pukul 08.00 WIB, Tim Gabungan Unit Buser Satreskrim Polresta Palangkaraya, Polres Pulang Pisau, Polres Kotim, Polres Kapuas dengan masing-masing perwakilan 1 (satu) anggota berangkat menuju Sumedang melakukan pengejaran.
Dan, sekitar pukul 17.00 WIB, GN berhasil ditangkap berikut barang buktinya,” ungkapnya.

Dari tersangka GN, barang bukti yang diamankan berupa, 5 buah controler alat berat merk Komatsu, 2 buah controler alat berat merk Kobelco, 1 buah ECM Engine alat berat merk Kobelco, 1 buah ECM dan monitor alat berat merk Hitachi 210, 1 buah monitor alat berat merk Caterpilar 3200, 1 buah monitor alat berat merk Komatsu PC 200, 2 buah Cashing monitor alat berat merk Komatsu dab 1 buah ECM alat berat merk Volvo.

“Sedangkan dari SB berupa, 1 unit mobil daihatsu xenia warna hitam, No.pol DA 1527 BY, 1 buah gunting besi warna merah, 4 buah kunci pas ukuran 10,” jelas Yuniar usai mengecek langsung barang bukti dan tersangka GN.

Saat ini, imbuhnya, semua tersangka berikut barang buktinya telah diamankan. Tersangka akan dijerat dengan dugaan tindak pidana Pencurian dengan Pemberatan sebagaimana dimaksud dalam pasal 363 ayat (1) ke 4 dan ke 5 KUHPidana.

“Selaku Kapolres Pulang Pisau, saya ucapkan selamat kepada Tim Gabungan Unit Buser dan say berpesan untuk selalu semangat dalam melaksanakan tugas dan tetap jaga kekompakan,” pungkasnya. KABAR TODAY.COM