Suku Lauje Menanti Bangunan Kelas Jauh

Erwin | Kabar Today | Toli toli – Kawasan Dusun Bambanipa, Desa Malala, Kecamatan Dondo, Kabupaten Tolitoli belum banyak diketahui orang dan masih belum tersentuh dari segala fasilitas dan program sapras dari Pemerintah dan bisa dikatakan jauh dari kata sejahtera.

Dampaknya, kondisi kehidupan masyarakat disana sangat-sangat tertinggal dari dusun yang lain. Misalnya saja masalah pendidikan, berkisar lebih 30-an anak usia pendidikan harus mengalami “patah pensil” alias tidak dapat mengenyam pendidikan dan duduk dibangku sekolah formal.

Menurut Kepala Desa Malala, Imran Samad saat dikonfirmasi mengatakan ada lebih 30 orang anak dalam beberapa satuan kepala keluarga dalam rumpun suku terasing (Lauje) yang tinggal dalam satu dusun terpencil yang jaraknya mencapai 7 Km dari Desa Malala, sampai sekarang belum pernah mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Toli Toli.

“Lebih dari seperempat abad atau selama 25 Tahun lebih, suku Lauje yang tinggal dan bermukim didusun itu, hidupnya masih terabaikan oleh pihak Pemerintah Daerah maupun Pusat. Padahal, banyak sekali program Pemerintah yang semestinya bisa disalurkan kesana, seperti halnya program kesehatan, pendidikan dan infrastruktur lainnya,” Kata Imran.

Dijelaskannya, keberadaan suku Lauje yang tinggal diwilayah pedalaman itu sudah berulang kali disampaikan ke Pemerintah Kabupaten Tolitoli, agar mendapat perhatian serius dan jadi prioritas. Namun sayangnya, sampai saat ini belum ada sikap dari Pemkab Tolitoli. Celakanya, meskipun Suku Lauje secara geografis tinggal dan berada didalam wilayah Kabupaten Tolitoli, akan tetapi secara hukum bukan menjadi warga masyarakat Tolitoli karena tidak pernah tercatat sebagai penduduk Desa Malala dan tak memiliki kartu identitas resmi yaitu KTP dan Kartu Keluarga.

Bagai gayung bersambut, di Tahun 20018 ini terdengar kabar baik yang datang dari Dinas Pendidikan Kabupaten Toli Toli, berencana akan membangun gedung sekolah dengan sistem kelas jauh untuk mengatasi persoalan dibidang pendidikan anak-anak suku terasing tersebut.

Dari hasil kunjungan kerja Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Toli Toli, Rendy meluangkan waktu untuk datang meninjau langsung dusun atau perkampungan suku Lauje. Dan melihat kondisi masyarakat dikawasan pegunungan tersebut, langsung saja mendata anak-anak usia sekolah yang tidak bersekolah.

“Karena selama ini masyarakat didusun itu belum mendapat porsi khusus dari pemerintah, kondisi dusun yang terisolasi dari Desa induknya karena medan jalan yang lalui cukup sulit dan hanya bisa diakses dengan berjalan kaki,” papar Rendy.

Bila mereka hendak memenuhi kebutuhan sehari-hari lanjut Rendy, mereka harus berjalan kaki menempuh jarak 7 Km untuk turun ke Desa Malala. “Akses kesana sangat sulit dilewati dan tidak bisa menggunakan kendaraan bermotor, hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki.”

Usai berbincang dengan kepala suku Lauje, Ketua Partai berlambang Ka’bah akan meminta Pemerintah Kabupaten Tolitoli, melalui instansi terkait yaitu Dinas Pendidikan membangun Sekolah dengan sistem kelas jauh demi kemajuan bangsa dan mencerdaskan anak anak didusun tersebut,” paparnya.

“Dan selain itu, juga akan berupaya tetap memberikan dukungan agar Pemkab Tolitoli bisa lebih proaktif memperhatikan masyarakat yang ada dipedalaman Tolitoli, tidak ada lagi dusun yang tertinggal dengan dusun dusun yg lain,” tegasnya.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Seksi Pembinaan SD Dinas Pendidikan Tolitoli, Taufik, mengatakan, awalnya pihak dinas tidak mengetahui keberadaan puluhan anak suku terasing di Desa Malala. Namun setelah peninjauan ke dusun tersebut, ternyata benar ada sekitar 30 anak sekolah yang tinggal dipedalaman itu tidak bersekolah atau mengenyam pendidikan formal, dan hanya mendapatkan bimbingan belajar dari seorang ketua RT saja.

“Rencananya, Tahun Anggaran 2018 pihak Disdik akan mendirikan kelas jauh dengan mendatangkan tenaga guru yang ada di sekitar desa tersebut. Tujuannya agar masyarakat suku terasing bisa mendapatkan pendidikan yang lebih layak,” tambahnya.

“Senin kemarin saya meninjau perkampungan suku terasing, memang anak-anak tidak pernah sekolah, dan masalah ini saya sudah sampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan,” jelas Taufik.

Taufik kembali menuturkan Kepala Dinas pendidikan sangat merespon kegiatan tersebut. ” direncanakan kelas jauh akan mendatangkan tenaga pengajar yang ada di sekitar Desa Malala dan beliau juga rencananya akan berkunjung secara langsung ketempat suku Lauje tersebut,” pungkasnya. ***