Status Tanggap Darurat Covid-19 Pulpis Diperpanjang

SUYANTO | PULANG PISAU | KALTENG – Status Tanggap Darurat bencana pandemi Covid-19 di wilayah Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) diperpanjang hingga 30 hari ke depan. Itu mengingat kasus Covid-19 di Kabupaten Pulpis belum stabil selama kurun waktu satu bulan terakhir.

Keputusan perpanjangan tersebut disampaikan oleh Bupati Pulpis, H. Edy Pratowo dalam Rapat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pulpis yang diikuti sejumlah SOPD terkait, Kepolisian, TNI dan Kejaksaan Negeri Pulpis di Aula Bappedalitbang Kabupaten setempat, Kamis (28/05).

“Hasil rapat hari ini, kita menyimpulkan perpanjangan status tanggap darurat ini dengan pertimbangan belum selesainya penanganan pandemi Covid-19 di kabupaten ini,” terang Bupati juga selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pulpis.

Dijelaskan Edy, perkembangan Covid-19 di Pulpis meskipun menurun, tapi PDP masih cenderung naik, sehingga perlu untuk memperpanjang status Tanggap Darurat Bencana Non Alam Covid-19 selama 30 hari kedepan.

“Dengan perpanjangan tanggap darurat ini Gugus Tugas dapat melaksanakan kegiatan-kegiatan penanganan covid-19 di wilayah Kabupaten Pulpis,” ujar bupati.

Edy juga meminta, agar operasional posko kembali dilaksanakan 24 jam, dan apabila ada penambahan Pos Lapangan (poslap) baru untuk diusulkan bidang terkait ke Gugus Tugas. Terkait pengetatan penjagaan dia menjelaskan, hal tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 dari luar daerah.

“Mengingat Kabupaten Pulpis diapit oleh dua daerah dengan lonjakan kasus Covid-19 yang cukup tinggi yakni Kota Palangkaraya dan Kabupaten Kuala Kapuas,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (kalaksa) BPBD Kabupaten Pulang Pisau, Drs. Salahudin, M.Si mengatakan, sesuai penegasan BNPB yang disampaikan pada 27 mei yang lalu,”Untuk status Tanggap Darurat Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia harus mengacu pada Keputusan Presiden RI nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Status Bencana Non-alam Covid-19 sebagai Bencana Nasional,” tutur Salahudin.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pulpis, yang juga juru bicara (jubir) Gugus Tugas Covid-19 Pulpis, dr. Muliyanto Budihardjo mengatakan, trend ODP menurun, tapi trend PDP meningkat.

“Potensi peningkatan kasus karena mobilitas penduduk ke tiga daerah transmisi lokal dengan kasus Covid-19 meningkat yang berdekatan dengan Pulpis, yaitu Palangka Raya, Kapuas dan Banjarmasin,” pungkasnya. KABAR TODAY.COM