SPBU di Ampana dikeluhkan Warga

KASMIN S | AMPANA | SULTENG – Sistem pelayanan di SPBU di Desa posungi kecamatan Ampana kota kabupaten Tojo Unauna dinilai amburadul dan mengecewakan warga.

Betapa tidak, dari hasil pantauan kabar today.com, dingkungan SPBU tersebut, terlihat ratusan jergen sedang ngantri pengisian BBM, mulai dari jenis premium, pertalite dan solar.

Anehnya operator SPBU milik pengusaha asal luwuk inisial ” JN”lebih mengutamakan pelayanan jergen ketimbang pelayanan kendaraan bermotor.

Tak hanya itu, bahkan ditengarai setiap operator mendapatkan fee 20 ribu rupiah per jergen.

Praktek seprti itu menurut sumber yang layak di percaya suda berlangsung lama dari tahun ke tahun.

Dan semua jergen selalu menghiasi antrian di SPBU tersebut pada setiap harinya.

Sumber itu menuturkan, semestinya pelayanan SPBU dimaksud lebih mengutamakan kendaraan bermotor dan bukan pelayanan jergen.

Hal itu tentu saja suda merugikan negara sebab, dari harga subsidi pemerintah telah di jual kepada pengusaha dengan harga non subsidi yang jauh berbeda, dengan harga yang sesungguhnya sehinggah praktek seperti ini perlu di hentikan oleh pemerintah dan aparat yang berwenang tutur sumber itu kepada kabar today.com. sumber itu menambahkan, bahkan kadang kala pelayanan kendaraan bermotor terkadang di abaikan oleh operator SPBU, dengan alasan bahwa BBM telah habis.

Idealnya, semua kendaraan bermotor yang ada di touna maupun kendaraan yang melintasi SPBU tersebut harus terlayani. Namun karna pelayanan lebih di fokuskan pada pengisian jergen, maka fakta di lapangan menunjukan bahwa BBM selalu kosong di SPBU dan tidak dapat melakukan pelayanan pengisian kendaraan selama 24 jam.

Dengan demikian aparat penegak hukum, khususnya kepolisian di wilaya tojo una una dapat menindak tegas dan menghentikan praktek haram seperti yang terjadi di SPBU di maksud.*Kabartoday.com