Sistem Non Tunai Belum Pantas Buat Kabupaten Touna

JAYA MARHUM | AMPANA – Sistem tol non tunai atau pembayaran langsung ke rekening oleh pemerintah mulai diberlakukan awal tahun ini. Namun ternyata, masih ditemui kendala lapangan.

Salah satu yang dirasakan dampak dari pembayaran non tunai adalah Sekretariat DPRD Kabupaten Tojo Una-una (Touna) dalam hal pembayaran gaji maupun honor belum pantas untuk di jalankan, Begitu kata Sekretaris DPRD Touna, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Dra. Surya ketika bincang -bincang lepas dengan Kabar Today. Com di Ampana baru-baru ini.

“Sisten non tunai sebenarnya bagus, tapi intuk saat ini belum semua daerah bisa melakukan pembayaran non tunai, salah satu contoh seperti yang kami hadapi di sini, menemui deficit Kendall,” ungkap Surya.

Lanjut Bagi daerah yang sudah maju, sistem non tunai nampaknya tidak ada kendala dan bisa diterima semua kalangan, Namun bagi daerah yang masih jauh dari jaringan internet dan jaringan listrik, seperti kabupaten Touna jelas sangat dipengaruhi kondisi geografis.

“Uang yang masuk melalui
non tunai akan langsung ke rekening dan pastilah “hari gini” sangat tergantung Anjungan Tunai Mandiri (ATM), Bila salah satunya fasilitas masih kurang, maka akan mempersulit semuanya,” Imbuhnya

Dalam kenyataannya, di Indonesia bagian tengah dan timur, masih banyak daerah yang sulit dijangkau, lantaran kondisi geografis. salah satunya Di Kabupaten Touna yang memiliki banyak kecamatan dan desa dan pulau, di Kecamatan paling jauh yakni Pulau Una-una hanya memiliki ATM. Sementara di Pulau Wakai, Walea Besar (Wabes), Walea Kepulauan (Wakep), Talatako, Togean Dan Batudaka belum ada ATM, Belum lagi bicara jangkauan internet dan listrik yang belum berjalan secara maksimal 24 jam.

Dalam pantauan wartawan selain Touna, wilayah Morowali Utara (Morut) dan Morowali, masih banyak yang terkendala dengan sistem non tunai. Kedua kabupaten “bersaudara”, memiliki daerah yang sulit dijangkau melalui transportasi darat, desa-desanya pun ada yang harus ditempuh lewat laut hingga dusun-dusun yang berada di pegunungan.

Semuanya butuh adaptasi untuk membiasakannya, tapi bagi yang belum terbiasa, hal lazim dan sudah umum melakukan transaksi tunai akanterasa sulit, Sehingga jika pembayaran nontunai diterapkan, jelas agak kaget saat menerima gaji melalui pemberitahuan di gadget.

“Padahal pakai gadget akan mempermudah transaksi dan mengurangi risiko “pungli” misalnya. Karena uang akan langsung masuk ke rekening dan tinggal cek di adroid.

Persoalannya adalah, sistem non tunai prosesnya harus mengajukan ke Bagian keuangan yang waktunya sangat singkat, hanya sampai jam 15.00 WITA atau jam 3 sore. “Ini kesulitan yang kami hadapi. Terutama untuk pembayaran ke pulau-pulau. Apalagi dipulau hanya ada satu ATM itupun sudah sangat jauh, yakni Una-una, “tambah Surya.” Namun pelan-pelan diupayakan, pola ini berjalan dan semua bisa menerimannya sehingga dapat berjalan dengan baik ldan lancar,” tukas Surya.

Sistem non tunai bagi daerah di Jawa tambah Surya, mungkin sangat bagus, Tapi bagi daerah yang kondisi geografisnya sulit dijangkau saat ini, jelas ini masih menjadi keluhan di beberapa daerah lain yang di Sulteng, selain Touna. KABARTODAY.com