Sejumlah Dosen Untad Mengembangkan Desa Pakuli Sebagai Pusat Konservasi Tumbuhan Obat

Sigi, Sulteng | Kabartoday.com – Potensi keanekaragaman tumbuhan liar di hutan maupun di pedesaan dan perkampungan yang bermanfaat sebagai obat-obatan masih banyak diabaikan, belum dimanfaatkan dan belum dikembangkan sebagai bahan obat-obatan dan bahkan berpotensi menjadi komoditi ekonomi.

Permasalahan ini terjadi antara lain karena pengetahuan dan teknologi yang dimiliki oleh masyarakat masih tergolong rendah. Untuk membantu masyarakat dalam memanfaatkan potensi sumberdaya tumbuhan, khususnya yang berpotensi sebagai tumbuhan obat, sejumlah dosen Universitas Tadulako melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program pengabdian Desa Mitra yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi melakukan pembinaan dan pendampingan kepada masyarakat khususnya kepada kelompok Pembudidaya Tumbuhan Obat “Asyifa,a” (Ketua H. Sahlan Djanulu) dan Kelompok Tani “Mantendo” (Ketua Dedi) di Desa Pakuli Kecamatan Gumbasa Kabupaten Sigi.

Melalui program pengabdian Desa Mitra yang berjudul Pengembangan Desa Pakuli Kecamatan Gumbasa sebagai pusat konservasi tumbuhan obat di Sulawesi Tengah yang dilaksanakan oleh Ir. Rosmini, M.P. (sebagai ketua tim), dan Dr. Ir. Andi Ete, M.S., Nur Edy, S.P., M.P., Ph.D., serta Dewi Rahma W, S.I.Kom, M.I.Kom. (masing-masing sebagai anggota tim) telah mendampingi kelompok mitra selama 3 tahun yakni mulai tahun 2019 sampai dengan tahun 2021 ini untuk mengkonservasi tumbuhan obat terutama yang tergolong langka agar tetap dapat tersedia saat diperlukan sebagai obat dengan mendekatkan tumbuhan obat tersebut di masyarakat serta berbagai tindakan yang berkaitan dengan pengelolaan tumbuhan obat tersebut.



Tujuan Umum program pengembangan desa mitra ini adalah meningkatkan pertisipasi masyarakat dalam mendukung tercapainya Desa Pakuli sebagai pusat konservasi tumbuhan obat (TO) berbasis agroforestri, konservasi dan ekowisata. Tujuan khusus yang ingin dicapai adalah membantu masyarakat desa Pakuli dalam hal: (1) Peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan sumberdaya lokal secara optimal, terutama dalam mengkonservasi TO; (2) Memenuhi rasa aman masyarakat dari berbagai macam penyakit yang perlu penanganan segera dengan mengusahakan berbagai macam TO; (3) Memelihara kelestarian sumberdaya genetik/plasma nutfah lokal setempat; (4) Mempromosikan potensi TO langka yang terdapat di desa tersebut sebagai obyek ekowisata dan agrowisata; dan (5) Mengembangkan kegiatan ekonomi produktif keluarga terutama anggota kelompok masyarakat yang menjadi mitra PPDM sehingga pendapatannya meningkat. Metode pelaksanaan dalam memberikan solusi penyelesaian masalah adalah: Tahun I (T.A. 2019), yaitu pembentukan kebun konservasi TO dan klinik TO dengan sasaran mengusahakan sebanyak mungkin tumbuhan yang berpotensi sebagai TO tradisional sebagai sumber plasma nutfa TO agar tidak punah dan menjadi sumber informasi tentang TO tersebut, Tahun II (T.A. 2020) yaitu pengembangan TO di lingkungan keluarga (masyarakat) dengan pendekatan RPL di halaman pekarangan masyarakat dengan tanaman utama berbagai jenis TO yang bernilai ekonomis, bersifat tahunan (parennual), dan dapat berkembang biak sendiri (berjangka panjang), Tahun III (T.A. 2021) yaitu produksi TO dan pemenuhan gizi msyarakat, serta peningkatan pendapatan dari hasil penjualan TO yang bernilai ekonomi tinggi. Luaran yang diharapkan dari program pengembangan desa mitra ini adalah terealisasinya desa Pakuli sebagai pusat konservasi TO.

Program Pengembangan Desa Mitra tersebut terlaksana atas persetujuan dari Kemendikbud-Ristek RI sesuai dengan Perjanjian Penugasan Pelaksanaan Program Pengabdian Masyarakat Nomor : Nomor: 078/SP2H/PPM/DRPM/2021, Tahun 2021.**/Marthen