Sat Sabhara Gelar Patroli Maja 1000 dan Komitmen Physical Distancing

SUYANTO | PULANG PISAU | KALTENG –
Sat Sabhara Polres Pulang Pisau (Pulpis), menggelar patroli dilengkapi sarana kursi lipat patroli, sebagai upaya agar terciptanya situasi penuh keakraban saat melaksanakan kegiatan dialogis. Pada kegiatan tersebut, personil menyampaikan dengan media himbauan Maklumat Kapolda Kalteng, media himbauan Sabhara “Suman Ela Dengan Asep”, serta dilaksanakan juga penanda tanganan Komitmen Bersama.

Kegiatan patroli fokus himbauan dalam rangka edukasi kepada masyarakat tentang larangan membakar hutan dan lahan dengan tidak terencana dan terkendali. Serta, edukasi tentang dampak asap Karhutla yang dapat mengakibatkan kerugian disegala bidang, baik sektor kesehatan, ekonomi, pendidikan dan yang pasti berdampak kerusakan alam serta ekosistem lingkungan hidup.

Kapolres Pulang Pisau AKBP Yuniar Ariefianto, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasat Sabhara Iptu Junedinoto mengatakan, personil yang melaksanakan giat patroli juga menjalankan sesuai dengan anjuran protokol kesehatan, sebelumnya personil juga sudah menggelar kegiatan pemasangan spanduk himbauan cegah Karhutla yang dipasang di sentral pelayanan publik, warung-warung dan di lokasi rawan terdampak Karhutla.

“Saat ini kita masih dihadapkan pada bencana non alam, yakni pandemi virus corona. Apabila ditambah dengan kabut asap, ini akan lebih memperburuk situasi. Untuk menekan hal tersebut kita intens pelaksanaan upaya edukasi pencegahan Karhutla baik secara mandiri maupun secara terpadu dengan instansi terkait,” tutur Kasat Sabhara, Jum’at (28/08).

Memasuki musim kemarau, lanjut ia, pada tahun ini kita masih bersyukur masih ada curah hujan dengan intensitas rendah atau sedang. Namun, apabila melihat dari faktor alam, faktanya debit air dibeberapa wilayah sudah terjadi penyusutan tinggi muka air, ini berarti akan rentan terjadinya Karhutla.

“Karhutla ini, memang menjadi tugas dan tanggung kawab kita bersama, untuk itu, kita mengajak kepada semua elemen masyarakat untuk bersama- sama menjaga kelestarian dan keberlangsungan alam, serta menjaga ekosistem yang hidup di dalamnya. Hutan jangan sampai dirusak apalagi dibakar, sebab hutan adalah lahan tempat kita bergantung hidup dan yang akan kita titipkan nantinya untuk anak cucu,” pesan Kasat. KABAR TODAY.COM