Rusli Moidady : Bangkep siap gelar MTQ provinsi

JAYA MARHUM | SALAKAN – Tiga kali Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah (Sulteng), batal menjadi tuan rumah MTQ (Musabbaqah Tilawatil Qur’an). Namun tahun ini daerah cantik yang dipimpin Bupati H. Rais Adam, akan menjadi penyelenggaranya.

Jika tak ada aral melintang, gelaran bernuansa religi ke-XXVIII (28) Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) akan dihelat, 16 – 23 Maret di Salakan, Ibukota Bangkep.

Demikian penjelasan Sekdakab Bangkep Rusli Moidady, ST, MT kepada Kabar Today di Salakan, Jum’at, (28/2).

Meski dalam jadual hari “H” pelaksanaan tanggal 16, diestimasi bahwa pada “H” Min 2, para kafilah dari 11 kabupaten dan satu kota, sudah mulai berdatangan di kabupaten berjuluk “Tugu Trikora”.

“Terus terang ini menyangkut prestise Bangkep setelah tiga kali menolak menjadi tuan rumah,” ujar Rusli Moidady.

Kian dekatnya waktu pelaksanaan lanjut Rusli, segala persiapan guna penyelesaian venue dan semua kelengkapannya, terus dikebut. Kemampuan maksimal dikerahkan, demi suksesnya acara perhelatan

Menurut Rusli Moidady, semula jadual pelaksanaan MTQ disepakati Bulan Juli. Tapi kemudian Pemprov Sulteng memajukan jadwal kebulan April. Nah, ketika jatuh pilihan ke April, lagi-lagi Pemprov harus menggeser jadual acara ke Maret, lantaran HUT Provinsi ada di Bulan April, tanggal 13. Maka, terundurlah rencana pelaksanaan MTQ ke Bulan Maret dan itulah yang. akhirnya disepakati.

Bagi Pemkab Bangkep, ini memang pilihan sulit. Tapi tidak boleh tidak, perhelatan harus tetap terlaksana.

Saat belum diketahui siapa yang akan mengerjakan lokasi, muncullah dewa penolong. Seorang rekanan mau berbaik hati mengerjakan arena, memakai biaya sendiri dan dibenarkan Sekdakab Rusli tanpa diskresi.

“Murni ini demi daerah. Saya hanya menolong dan berpartisipasi,” kata si rekanan singkat saat ditemui Kabar Today di lokasi.

PPK pekerjaan lokasi MTQ Hendra, yang dikonfirmasi secara terpisah di lokasi pembangunan, optimistis bahwa arena yang anggarannya kurang lebih Rp. 7 Miliar, akan siap sesuai progres yang dijadualkan. Kondisi saat berita tayang, sudah 70-an persen.

“Kalau perhitungan secara teknis, kondisi saat ini 70-an persen dan akan bisa diselesaikan, ” gambar Hendra.

Dari anggaran tersebut kata Hendra, Rp. 5 Miliar untuk penatataan arena. Meliputi antara lain, pengkatingan bukit dengan mengerahkan sekitar 11 unit exavator, serta penimbunan untuk penataan. Sisanya Rp. 2 Miliar untuk kebutuhan IO, kelengkapan sarana serta finishing.

Salah satu pekerjaan yang lagi diburu tambah Hendra, yakni pemasangan paving block

“Untuk paving, saya estimasi dalam seminggu kedepan sudah selesai,” jelas Hendra. KABARTODAY.com