RPK Bulog Sulteng 2016 Capai 63 Persen

JeMmy Tehardjo | KABARTODAY.com | Kota Palu – Program Rumah Pangan Kita (RPK) Divre Bulog Sulawesi Tengah di tahun 2016 telah berhasil mencapai 63 % (enam puluh tiga persen), sebanyak 220 RPK dari target 350 RPK yang akan digenjot di tahun ini.

“Di Kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi, Kabupaten Parimo telah berdiri 107 RPK,” terang Juharmon mewakili Ka.Divre Sulteng, Ma’ruf yang sedang tugas di luar kota.

“ Kabupaten Poso 46 RPK, Kabupaten Luwuk 33 RPK dan terakhir Kabupaten Tolitoli sebanyak 34 RPK,” tambahnya.

Rumah Pangan Kita (RPK) merupakan program unggulan baru Bulog yang menjual kebutuhan bahan pokok dengan harga murah, dengan cara memotong jalur distribusi kebutuhan bahan pokok langsung ke masyarakat, sehingga masyarakat kecil bisa terpenuhi kebutuhan pokok mereka.

“ Bagaimana kami (pemerintah.Red) tidak memangkas jalur distribusi itu, coba bapak wartawan bayangkan berapa banyak jalur yang harus dilalui hingga kebutuhan bahan pokok tersebut baru sampai ke tangan konsumen. Mulai pabrik – distributor – agen – toko grosir – pedagang dan terakhir baru tiba ditangan konsumen. Otomatis harga jualnya melambung tinggi, kasihan lah warga miskin. Dan seyogianya memang pemerintah harus tegas dan sebaiknya rantai pasar harus di pangkas, agar harga beli masyarakat tidaklah tinggi,” dikatakan Juharmon, sembari mengusap matanya yang berkaca-kaca karena mengingat masih banyak rakyat miskin di Sulawesi Tengah ini.

Menurut Juharmon, meskipun kedepan animo warga yang ingin menjadikan kiosnya sebagai Rumah Pangan Kita meningkat, Bulog Divre Sulawesi Tengah mampu mengdistribusikan kebutuhan bahan pokok tersebut.

“Rencananya di tahun 2017 nanti, seluruh titik distribusi RKP di 1607 titik kelurahan & Desa di Sulawesi Tengah akan terisi. Dan Bulog Divre Sulteng tetap mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang datang berbelanja di titik-titik RPK resmi kami,” ujarnya.

Sementara itu, Bulog sudah melakukan penekanan harga jual dengan melakukan pemangkasan jalur distribusi langsung kepada masyarakat. Mengapa tidak BUMN lainnya yang beroperasi di Indonesia ini mengikuti langkah Bulog?.. Kita tunggu aksi berani BUMN memangkas harga jualnya.

Berikut syarat untuk membuka Rumah Pangan Kita, syarat yang diperlukan adalah fotokopi KTP, KK, dan rekomendasi dari RT/RW serta Kepala desa (untuk kedai/toko), terkait pendirian fasilitas tersebut.

Selain itu juga telah memiliki lahan atau tempat usaha outlet. Sedangkan untuk mereka yang tercatat sebagai koperasi, ormas atau perusahaan harus menyertakan SIUP, NPWP dan keterangan domisili. RPK diperuntukan bagi perseorangan, kedai atau toko dan koperasi, ormas atau perusahaan.

Selanjutnya persyaratan tersebut dibawa ke pelayanan RPK yang berada di kantor Bulog Divisi Regional DI Yogyakarta yang berada di Jl Suroto no 6, Kota Baru.

Untuk setoran pertama (modal awal), diperlukan uang sejumlah Rp 5.000.000. Dengan itu, mitra RPK mendapatkan beras sebanyak 160 kg, gula 200 kg dan minyak goreng 60 liter. Disamping itu, mitra juga memperoleh media promosi berupa banner, X-Banner dan flyer.

Selanjutnya, lokasi akan disurvei oleh tim. Setelah memenuhi persyaratan, maka mitra akan menandatangani nota kesepakatan, dan membayar modal awal sebesar Rp 5 juta. Barang datang dua hingga tiga hari setelah kesepakatan terjadi. Harga menyesuaikan dengan HET (Harga Eceran Tertinggi) yang telah ditentukan oleh Bulog.

Untuk penjualan boleh dilakukan secara retail atau eceran. Kewajiban RPK adalah mencatat, melaporkan dan merencanakan penjualan harian kepada Bulog. Jika barang habis, maka mitra RPK bisa melakukan order ulang.

Apabila kualitas barang tak sesuai ataupun kemasan rusak, RPK berhak untuk melakukan retur penjualan. Perlu kami beritahukan juga, pendirian RPK maksimal satu di setiap tingkat Rukun Warga (RW). Jadi, jika RW bersangkutan telah ada RPK sebelumnya, maka pendirian Rumah Pangan Kita yang baru tidak dapat dilakukan. Dan yang lebih penting lagi, saat pendaftaran mitra harus datang sendiri, tidak boleh diwakilkan. ***