Raih Prestasi Internasional, NSL Berikan Reward Kepada Dian

Palu, Sulteng | Kabartoday.com – Bencana dahsyat yang terjadi pada tahun 2018 Lalu di sulawesi tengah tepatnya di kota Palu masih membekas dalam ingatan kita sanpai saat ini.

Gempa yang berkekuatan 7,4 SR yang terjadi di Sulawesi Tengah itu selain menyebabkan likuefaksi di sejumlah titik di Kota Palu dan Sigi, juga timbulkan tsunami yang menyapu daerah pesisir pantai kota palu membuat seorang mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) palu Dian Septiawati bersama Riska Kurniawati Mahasiswa Universitas Pajajaran Bandung melakukan penelitian didaerah pesisir.

Berangkat dari kejadian peristiwa tersebut, Riska Kurniawati (Mahasiswi Universitas Padjadjaran, Bandung) dan Dian Septiawati (Mahasiswi Universitas Tadulako, Palu), memiliki kesempatan mengikuti suatu ajang kompetisi Penelitian Internasional dengan mengusung thema “Upaya Mitigasi Bencana Tsunami Melalui Pemberdayaan Ekosistem Mangrove di Daerah Pesisir,”

“Kami melakukan penelitian ini untuk memetakan kesehatan mangrove didaerah pesisir. Hal tersebut berhubungan dengan ekosistem mangrove dan upaya mitigasi bencana, terutama di daerah pesisir pantai,” ujar Riska sebagaimana dikutip Validnews, Jum’at (18/6).

Atas risetnya dalam ajang bergengsi berkelas Internasional tersebut, yakni International Youth Scientific Forum “Step into the future”- Rusia 2021, Dian meraih Grand Winners Award mengungguli 1.078 peneliti muda dari 23 negara di dunia.

“Award ini diberikan oleh Panitia yang melibatkan 12 universitas ternama dan 14 lembaga riset di Rusia,”

*Respon Pemerintah*

Terkait dengan hal Ini, Respon Pemerintah setelah melihat keberhasilan seorang mahasiswa Untad Palu bernama Dian meraih gelar juara, pemerintah melalui Kementerian Dikbud berencana akan menfasilitasi Dian dengan stimulan sejumlah biaya untuk Penelitian lanjutan.

“Iya, Kementerian menjanjikan Rp 9 Juta rupiah untuk rencana kami desain suatu alat yang fungsinya bisa ketahui titik potensial kesuburan mangrove”, ujar Dian Septiawati saat ditemui di pelataran Kantor NasDem Palu, sore tadi, Sabtu (26-06-2021).

Lanjut dian, upaya mitigasi bencana tsunami lewat mangrove ini masih sangat jarang dilakukan. Padahal, mangrove dapat memecah abrasi pantai sebagai mitigasi bencana.

“Tanaman bakau ini dapat menjadi dinding untuk memecah gelombang air laut. Uniknya, tumbuhan mangrove yang tua, ternyata lebih tahan untuk memecah ombak. Hal ini karena akarnya yang sudah kuat sehingga bisa memecah getaran ombak yang akan naik ke pesisir pantai,” Ungkapnya

Objek penelitian menurut Dian dan rekannya Riska dari UNPAD adalah di daerah pesisir Teluk Palu. Hal ini karena kondisi wilayah yang pernah mengalami tsunami dan memiliki banyak tanaman dan bekas mangrove. Mereka juga turut memerhatikan kondisi kesehatan dari mangrove itu sendiri.

“Kami menggunakan data primer melalui pengamatan kondisi mangrove Rhizophora stylosa. Jenis mangrove ini diketahui mempunyai kemampuan sebagai bio absorpsi dari kadar garam. Hal tersebut dapat menjaga konduktivitas dan salinitas di daerah pesisir pantai. Adapun parameter kesehatan tumbuhan mangrove ini dapat dilihat dari nilai intensitas cahaya, nilai RGB, dan nilai HUE daun mangrove. Dari nilai-nilai tersebut, kita akan melihat kondisi mangrove dengan tiga parameter, yaitu sehat, cukup sehat, dan tidak sehat,” Tutur mahasiswi anak terakhir dari 3 bersaudara dari pasangan Rusdin Abd. Rahim dan Ibu Rustin Labatjo ini.

*Inisiasi NasDem, Beri Reward*

Ketika mendengar ada mahasiswi Untad Palu yang mengukir prestasi di tingkat Internasional, bahkan meraih grand winner dalam ajang International Forum for Scientific Youth–Step Into the Future 2021 yang diselenggarakan oleh Rusia, inisiasi Partai NasDem melalui Yahdi Basma, Plt Ketua NasDem Kota Palu mengajak sejumlah kawannya mendiskusikan aspek komitmen penghargaan publik kepada orang atau kelompok orang yang mengukir karya manfaat bagi kehidupan dan kemanusiaan.

“Wujud komitmen itu mereka beri label “NasDem NSL Reward” NSL adalah akronim dari seorang Nilam Sari Lawira, yang merupakan Ketua Dewan Pakar Partai NasDem Sulteng yang juga Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah,” Ungkap Yhadi.

“Pertimbangan saya ringkas saja, ini musti didorong oleh personal yang relevan. Apa relevansi Ibu Nilam? Beliau selain Ketua DPRD perempuan pertama di daerah kita, juga persis dengan basis keilmuan NSL yang juga paham soal disiplin ilmu kehutanan, salinitas, dan pengetahuan varian lainnya yang menyertai. Sebagai salah satu penentu kebijakan publik di Sulteng, kita yang ditakdirkan hidup di atas Sesar Palu Koro, harus melihat bahwa Mangrove mungkin adalah titipan Tuhan untuk skema Pembangunan berbasis PRB (Pengurangan Resiko Bencana) kita ke depan”, demikian Kata Yadhi pria yang memakai kacamata dan juga Pendiri PENA’98 Indonesia ini.

Lanjut Yadhi, Maka pada akhir Mei 2021, gagasan ini didiskusikan bersama Ketua DPRD Provinsi Sulteng, Hj. Nilam Sari Lawira. Gayung bersambut, diskusi dari warkop ke warkop berjalan hampir sebulan. Tidak semata soal Rewarding itu, namun jauh visioner ke depan, soal bagaimana peran publik pada rencana betonisasi pesisir Teluk Palu, yang konon “siap sedia dan sedang” digelontorkan oleh JICA (BUMN Jepang) dan ADB Loan.

“Sore tadi, Sabtu (26-06-2021), cerah langit berwana biru diatas Kota Palu yang baru selesai diguyur hujan, Dian Septiawati bersama Ibundanya tercinta, Ny. Rustin Labadjo, hadiri Undangan DPD Partai NasDem Kota Palu.”

lagi, Spanduk backdrop, “Pemberian Penghargaan NasDem NSL Reward” jadi tampilan latar yang nampaknya didesain sebisanya oleh sejumlah Panitia berseragam biru dongker dengan emblem Lambang Partai NasDem, besutan Surya Paloh – Ahmad Ali, di dadanya.

“Tak lama berselang, sekitar 16.00 Wita, Ketua DPRD Provinsi tiba di venue, pelataran Kantor NasDem Palu yang beralamat di Jl. G. Tinombala 23 Kelurahan Talise, Mantikulore, Palu,” Imbuh Yadhi

“Dengan sumringah, dipersilahkan oleh sie acara Ista Nur Masithah (Waket Bid Media NasDem Palu), bintang sore itu, Dian Septiawati, paparkan ringkas konten penelitiannya,” Tambahnya.

“Saya tentu berharap betul bahwa hasil riset ini bisa bermanfaat bagi kepentingan masyarakat. Seperti yang saya katakan tadi, mangrove sungguh potensial bukan hanya sebagai penghalang tsunami, tapi juga karunia Tuhan yang kuat dalam menyerap karbondioksida yang kotori alam kita”, ujar Dian yang berdiri di sebelah NSL.

“Bangga dan berbahagia adalah Dua kata ini yang mungkin tepat jika diberi judul dalam sambutan saya disini,” Harapan Ketua DPRD Sulteng ini

NSL mengatakan sebagai perwakilan Rakyat merasa bangga karena sosok seperti Dian Siaptiawati merupakan Puteri Daerah kita yang patut di contoh, diusianya yang masih begitu muda, pencapaian prestasi sangat luar biasa.

“Siapa di Sulteng yang tidak bangga? Berbahagia karena rekan-rekan seperjuangan saya di Partai NasDem Palu ini memikirkan tips yang begitu tepat dalam membudayakan kultur penghormatan dan penghargaan kepada orang atau kelompok orang yang berkaya atas basis olahpikir nya. Jika selama ini, Negara kerap beri reward pada prestasi olahraga, ya kali ini mari kita hidupkan budaya ini, menghormati hasil olahpikir yang bermanfaat, bagi pengetahuan dan kemanusiaan. Ini sungguh amalan jariyah kita semua yang terlibat, langsung dan tidak langsung. Percayalah, akan terlahir Dian-dian yang lain di Bumi Tadulako ini. Riset, penelitian ilmu dan teknologi itu ibarat jantungnya peradaban. Itu mengapa Tuhan perintahkan kita untuk kerap berfikir dan berfikir”, ujar NSL mengalir di uraian sambutannya.

Pada acara puncak di pertemuan sore tadi dari oantauan media, NSL berikan plakat dari fiberglass bertuliskan sama dengan isi backdrop, sebuah Piagam Penghargaan dan Hadiah Uang Saku kepada Dian Septiawati senilai 5 juta rupiah.

“Benar, kita butuh Dian dan Dian yang lain harus tumbuh di Bumi Tadulako…!”Pungkas ***