Rahmad Labou: Rambo Seven Ways Sejahterakan Desa

Setiyo Utomo | Bangkep – Kabupaten Banggai Kepulauan pada 3/11/2019 genap berusia 20 tahun. Meski usianya kian dewasa tetapi daerah kepulauan yang terletak di ujung timur Sulawesi Tengah (Sulteng) dianggap daerah terisolir.

Kabupaten Bangkep sebagian besar wilayahnya berada di Pulau Peling ibu kota Salakan.

Untuk menuju ke Bangkep harus gunakan kapal cepat dengan waktu tempuh 1 jam dari Kota Luwuk.

Selain 2 kapal cepat yang rutin menghubungkan daratan Sulawesi (Kota Luwuk) dengan kota Salakan (Pulau Peling) masih tersedia transportasi lain semisal kapal pelayaran rakyat dan kapal Fery.

Mudahnya perjalanan untuk menjangkau Kota Salakan mencerminkan Kabupaten Bangkep sudah maju dan terbuka.

Pembangunan Kabupaten Bangkep kini terus bergerak maju.

Demikian halnya putaran ekonominya kian bergeliat, utamanya untuk 2 tahun terakhir, tingkat kesejahteraan kian naik dibuktikan dengan berkurangnya angka rakyat miskin serta baiknya pendapatan perkapita masyarakat.

Semua kemajuan dan capaian tidak lepas dari kerja keras dan sentuhan para pemimpin di Bangkep, apalagi warganya aktif mensuport.

Satu di antara pemimpin yang ikut mewarnai kemajuan dan perubahan kabupaten Bangkep adalah Rahmad Labou, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Bangkep.

Peran yang dimainkan Rahmad Labou tidak boleh dilihat sebelah mata. Paling tidak, lewat terobosan program Rambo Seven Ways atau program 7 Cara Rahmad Labou dalam menata, mengatur, dan membangun desa-desa di Bangkep setidaknya hasilnya mulai nampak.

Program Rambo Seven Ways, yang digagas Rahmad Labou bagai gayung bersambut dan senafas dengan keinginan dan kebutuhan masyarakat desa di kabupaten Bangkep.

Disaat desa memiliki anggaran (dana desa) disaat yang sama Rahmad datang dengan program Rambo Seven Ways. Program yang visioner transparan, terencana dan kredibel .

Progam ini sejatinya akan menata dan mengatur soal desa. Hingga anggaran desa yang besar dapat dimanfaatkan secara cermat, tepat guna, transparan dan efisien untuk desa dan masyarakatnya.

Penjabaran program Rambo Seven Ways diantaranya : 1 desa 1 rumah, 1 desa 1 kebun, 1 desa 1 perahu / karamba, mitigasi bencana alam untuk desa, 1 orang 1 sapi, 1 desa 1 produk, dan 1 desa 1 skill.

Program 1 desa 1 rumah layak huni disasar untuk penduduk desa miskin, janda yang tidak memiliki rumah. Penerima bantuan ditentukan melalui rapat desa dengan prioritas warga miskin tidak memiliki rumah atau rumahnya sudah tidak layak huni.

Anggaran pembangunan 1 rumah minimal Rp. 10 juta. Uang ini hanya diperuntukan membeli bahan-bahan bangunan, adapun pengerjaan rumah dilakukan secara gotong royong oleh warga desa. “Bila 1 desa membangun 1 rumah layak huni, dalam setahun ada 140 lebih rumah yang dibangun Dinas PMD Kabupaten Bangkep”, tegas Rahmad Labou.

Selain rumah Rambo Seven Ways juga memasukan kebun desa. Melalui program 1 desa 1 kebun desa, diharapkan hadirnya kebun desa dengan tanaman produktif sayur mayur, buah-buahan, palawija dan perkebunan cengkih, duren dapat memberikan tambahan pendapatan buat kas desa dan warga. Sisi lain keberadaan kebun desa bisa menjadi percontohan bagi warga desa dalam bercocok tanam yang baik dengan hasil yang maksimal.

Sementara bagi masyarakat nelayan disiapkan program 1 desa 1 perahu / karamba. Masyarakat Bangkep sebagian besar berprofesi sebagai nelayan wajar jika mereka dibekali dengan perahu dan alat tangkap, serta karamba untuk budidaya ikan hasil tangkapan nelayan.

Tak hanya penyiapan infrastruktur jalan, rumah, kebun dan fasilitas untuk nelayan. Program Rambo Seven Ways jauh lebih maju. Menyadari Kabupaten Bangkep terletak pada lempeng dan patahan.yang sangat rawan terjadi gempa bumi, tsunami dan likuifaksi, maka mitigasi bencana perlu dilakukan dalam bentuk simulasi bencana terhadap masyarakat desa. Yang mana saat terjadi bencana sudah tahu untuk menyelamatkan diri tahu cara mengevakuasi. Simulasi harus dilakukan secara berkala agar warga paham. Demikian halnya penyiapan tas siaga bencana yang didalamnya tersedia obat,-obatan, air mineral, malkis, senter perlu dilakukan agar disaat terjadi bencana warga tidak gagap

Menariknya lagi Rambo Seven Ways juga membidik soal gizi warga lewat program 1 orang 1 sapi. Dengan mengembangkan peternakan sapi dan fattening diharapkan Bangkep bisa menjadi daerah sentra ternak. Apalagi kondisi alam yg ideal untuk ternak serta, terobosan untuk mendatangkan bibit sapi unggul dan melarang menjual sapi betina maka populasi sapi akan berkembang baik di Bangkep. Harapan Rahmad program 1orang 1 sapi dapat berlanjut pada produk turunannya misal kotoran sapi untuk pupuk dan bahan bakar. Kulitnya untuk industri kerajinan kulit.

Agar laju pertumbuhan ekonomi Bangkep dapat bergerak maju lewat dana desa disiapkan program ekonomi kreatif berbentuk ketrampilan. Bila di pulau Jawa ada produk unggulan batik di Bangkep kita harapkan muncul produk unggulan semisal anyaman atau lainya

Program Rambo Seven Ways sangat komplit karena sumber daya manusia (SDM) juga jadi prioritas. Itu dibuktikan lewat program 1 rumah 1 skill. Artinya setiap warga desa akan diarahkan untuk memiliki keahlian. Potensi itu nantinya akan dikembangkan lebih tinggi lewat pel atihan dan training. Dari sana akan tercipta tenaga-tenaga terampil, produktif yang kompetitif. KABARTODAY.com