Proyek Irigasi Tonggolobibi Terbengkalai II

Kadis PU DONGGALA ALERGI WARTAWAN?

LAPORAN: KASMIN SAPUTRA| DONGGALA – Sedangkan volume pekerjaan hanya mencapai 60% dari hitungan kasar. Namun bila dilihat secara kasak mata Volume tersebut memang tidak mencapai sebesar yang dimaksudkan. Karena dari hasil investigasi lapangan wartawan terdapat 300 meter pondasi tobing dan tidak dilantai.hal itu juga diakui salah satu tukang bernama Darwis yang ikut mengerjakan pekerjaan itu.

Kepada wartawan di dusun lantapan pekan lalu mengaku hingga saat ini upah kerja mereka belum juga dibayarkan oleh sang kontraktor yang bernama Irwan L atau Irwan Bupati.

Sapa’an itu kerap dipanggilkan Irwan L lantaran dinilai sangat dekat dengan Bupati Donggala,¨tutur salah satu warga yang mengaku cukup kenal dan akrab dengan Irwan L.

Masih berdasarkan kata sumber di Desa tersebut. Selain pekerjaan tobing irigasi yang tak di lantai itu, juga terdapat pembaharuan pengecatan pada pintu pintu air yang sedang kering dan tidak mengairi sawah sawah milik warga Desa di Dusun Lantapan Tonggolobibi.

Dan diketahui sumber bernama Iwan salah satu warga desa, mengaku sudah sekitar satu tahun ini yakni 2019 warga desa tidak melakukan panen lantaran air irigasi kering akibat dialihkan ketempat lain agar tidak mengganggu aliran pintu air dan jalur air yang akan direhab dan diperbaiki oleh si kontraktor.

¨Namun hasilnya bukannya memberikan azas manfaat kepada petani justru merugikan warga pemilik sawah selama dua kali panen seperti biasanya, dan sebelum air dialihkan ketempat lain, ¨ tandas Iwan.

Selain itu kata iwan lagi, lantaran mereka menginginkan ada air yang mengairi sawah mereka, warga tani terpaksa berinsiatif mengumpul dana guna membeli ratusan karung pasir guna membendung sungai agar luasan sawah warga dapat terairi dan dapat ditanami padi, imbuhnya, sembari menambahkan dengan nada kesal sambil menunjukan papan proyek yang sudah dibuang.

Bersama teman temannya Iwan mengaku bahwa jerih payah dan hasil keringat mereka selama membantu pekerjaan proyek itu belum ada yang dibayarkan.

Bahkan warga lainnya sudah berangkat ke Palu guna mencari si Kontraktor sekaligus mencari penyelesaian upah kerja mereka.
Pihak Kontraktor Irwan L saat dikonfirmasi wartawan di Jalan Tombolotutu, disalah satu Show Room dibilangan pertigaan Sam ratulangi Tombolotutu pekan kemarin, mengatakan bahwa pekerjaannya itu telah diputus oleh Dinas PU Donggala.

Irwan juga mengatakan kalau ingin mengetahui penyebab pemutusan dan keterlambatan pekerjaan tersebut silakan ke Donggala dan tanyakan kepada Kepala bidang (Kabid) bernama Syarif.

“ sudah diputus pekerjaan itu mau apa lagi, saat ini saya tinggal berupaya menyelesaikan utang utang saya kepada para pekerja. Makanya saya bawah mereka datang di Showroom untuk melihat mobil untuk baku atur dengan saya, ” tuturnya.

Saat wartawan mendatangi Kabid bernama Syarif di kantor PU Donggala, lagi lagi yang bersangkutan tidak masuk kantor.

Menurut stafnya akhir akhir ini Syarif jarang masuk kantor, dan kalaupun dia datang hanya sampai di kantor Bupati Donggala dan tidak datang diruangannya.

Sedangkan, Kadis Pu Donggala, Syafrullah saat dikonfirmasi terkait proyek tersebut, terkesan terlihat alergi dengan wartawan.

Kebakaran jenggot dan asal asalan, tidak substansial bahkan mengaku siap baku tantang dengan Jaksa terkait pekerjaan itu.

Kadis itu juga membenarkan campuran yang menggunakan eskavator dan bukan molen sesuai yang diaturkan pekerja.

Dalam menjawab pertanyaan Wartawan Kadis Syafrullah menunjukan sikap yang kurang senang saat ditanyai wartawan.

Bahkan kembali menyuruh untuk menemui Kabidnya karena pihaknya tidak mengetahui hal itu. KABARTODAY.com

Editoring: JeM Tehardjo