Pria Tewas Gantung Diri Hebohkan Warga Desa Gandang

SUYANTO | PULANG PISAU | KALTENG – Warga Jalan Lawu RT. 04 RW. 002, Desa Gandang, Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah, pada Jum’at (25/06) sekitar pukul 17.00 WIB, dihebohkan dengan penemuan seorang pria yang meninggal dunia dengan cara gantung diri. Korban diketahui bernama Saripin (30).

Kapolres Pulang Pisau, AKBP Kurniawan Hartono melalui Kapolsek Maliku Ipda Laaser Kristovor menjelaskan, korban ditemukan pertama kali oleh istrinya yakni Nurul Hidayah yang merasa curiga karena lebih dari sehari semalam suaminya tidak kunjung keluar dari kamar.

“Menurut pengakuan istrinya, korban tidak keluar dari dalam kamar sejak hari Kamis tanggal 24 Juni 2021 sekitar jam 12.00 WIB dengan kondisi pintu kamar terkunci dari dalam,” ungkap Laaser.

Kemudian, lanjut Laaser, sang istri yang curiga tersebut berusaha mengintip ke dalam kamar depan melalui jendela depan. Dan, dia melihat suaminya (korban) telah tergantung menggunakan seutas tali yang terikat dikayu kuda-kuda kamar.

“Istri korban yang panik berteriak minta tolong sambil memanggil tetangga sekitar yakni Hadi dan Tono Mustofa,” tambahnya.

Setelah mendatangi rumah, mereka mendobrak pintu kamar dan menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi leher terlilit tali nilon warna biru yang tergantung di kayu kuda-kuda kamar. Sedangkan, kedua kaki korban menyentuh kasur, korban tidak mengenakan baju dan hanya menggunakan celana dalam.

“Petugas Polsek Maliku bersama Petugas Puskesmas Maliku yang menerima laporan, segera mendatangi TKP dan menemukan korban dengan posisi gantung diri. Kondisi lidah korban tergigit dan mengeluarkan air liur, dari kemaluan keluar air mani dan dari dubur keluar feses,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Kapolsek, saat ditemukan, korban tidak mengenakan baju dan hanya mengenakan celana dalam warna biru.serta ditubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

“Setelah dilakukan olah TKP dan VER, selanjutnya jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga korban. Untuk motifnya, masih dalam penyelidikan,” pungkas Laaser. KABAR TODAY.COM