Petani Tonggolobibi Merasa Sudah Jatuh Masih Tertimpa Tangga

JAYA MARHUM | TONGGOLOBIBI | DONGGALA – Masyarakat tani Tonggolobibi, Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala. Khususnya warga tani yang berada di Dusun VII Lantapan dan Dusun VIII, merasa Sudah Jatuh Masih Tertimpa Tangga.

Masyarakat di kedua dusun dan sekitarnya, saat ini terpaksa harus elus dada. Impian agar sawahnya teraliri air irigasi Tonggolobibi, pupus sudah.

Perusahaan yang mengerjajan kontrak proyek rehabilitasi irigasi Tonggolobibi, Kecamatan Sojol, gagal menuntaskan pekerjaan yang putus ditengah jalan dengan fisik baru mencapai kurang dari 60 persen.

Pantauan media online ini pada salah satu bentang jaringan,nampak dikerjakan tidak sempurna, yang mana ditemui sepanjang kurang dari 300 meter. Padahal, Seharusnya jaringan sekunder yang harus dikerjakan 1.050 meter dari anggaran APBD Penugasan T/A 2019 senilai Rp. 5,9 Miliar.

Sementara pekerjaan bendungan lapor warga sambil menunjukkan lokasi ke tim Kabar Today, juga tidak selesai.

“Ini pekerjaan tambal sulam dari bangunan lama yang sudah ada,” ungkap Iwan (43) warga Tonggolobibi.

Apa yang di sampaikan oleh Iwan benar adanya. Pantauan Kantor Berita ini ke lokasi, mendapati beberapa pekerjaan yang tidak selesai. Seperti bentangan bendung utama yang hanya dilapisi baluran campuran semen. Serta bentang “second” yang dibangun tanpa pembesian di tanah berlumpur, sehingga kualitasnya meragukan.

Belum lagi polesan-polesan semen di beberapa pintu air terkesan dikerjakan asal jadi, bahkan celakanya, ada beberapa tiang pintu bendungan tidak di plester. Meskipun beberapa bagian bangunan seperti pintu air sudah dicat warna biru tua, terlihat “asal-asalan.

“coba liat tiang bangunan pintu air ini juga tidak plester pak,” tunjuk Awing (56) warga Dusun VII Lantapan ke tiang yang bolong-bolong.

Hingga berita ini tayang, masyarakat harus bahu membahu mebendung air sungai agar bisa mengairi sawah mereka. Warga tetpaksa mengumpulkan Rp. 20 ribu untuk membeli karung platik sebagai wadah batu dan pasir untuk membendung sungai dengan tujuan menaikkan permukaan air.

Awing bersama masyarakat tani lainnya, kini harus mengubur mimpi. “Bayangan kami bahwa irigasi Tonggolobibi akan bagus, ternyata hanya jadi mimpi belaka,” ungkap Awing.

Dikatakan Awing, lagi, sudah dua tahun masyarakat Dusun Lantapan tidak bisa mengolah sawah. Ya, lantaran irigasi tidak bisa difungsikan.

“Giliran irigasi dikerja, kenyataannya tidak bisa memberikan azas manfaat,” beber Iwan.

“Beberapa hari ini kami kembali membendung air sungai, agar sawah bisa teraliri air dan tanaman padinya tidak mati, ” ungkap warga lainnya kepada Kantor Berita Kabar Today.

Sedangkan, Kadis PUPRD Donggala, Syafrullah yang dikonfirmasi KabarToday.com membenarkan ada pekerjaan rehabitasi di Tonggolobibi dan setelah dibobot hanya mencapai 60 persen.

“Benar ada pekerjaan irigasi di Tonggolobibi dan capaian bobotnya hanya 60 persen, ” demikian dikatakan Kadis Syafrullah dengan singkat.

Setelah sebelumnya, Nirwan — nama kontraktor pekerjaan ini — telah dikonfirmasi.

Iwan, mengakui bahwa pekerjaannya sudah diputus Desember 2019 pada posisi kegiatan fisik 60 persen. KABARTODAY. com (Bersambung)

Editoring: JeM