Penambangan PT.CBP Sporadis, Aktivitasnya Harus Dihentikan

Morowali | Kabartoday.com – Plt.Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah (Kadis LHD) Kab.Morowali Andi Kaharuddin ST, MT menegaskan cara menambang yang dilakukan PT.Cetara Bangun Persada (CBP) Sporadis.

Hal itu disimpulkan, setelah dirinya bersama Kabid Pengendalian DLHD dan sejumlah staf tekhnis melakukan peninjauan langsung di area tambang PT.CBP yang berlokasi di Desa Lalampu Kecamatan Bahodopi Kab.Morowali Prov.Sulteng.

“Pasca ramainya pemberitaan soal lumpur tambang PT.CBP yang meluap kejalan Poros Lalampu penghubung Sulteng-Sultra, besoknya kami langsung turun ke lokasi tinjau area tambangnya dan kami simpulkan bahwa cara nambang PT.CBP Sporadis.Olehnya aktivitasnya harus dihentikan,”tegasnya saat memberikan penjelasan kepada sejumlah Wartawan diruang kerjanya, Senin (15/02/2021).

Menurut Andi Kaharuddin, perusahaan tambang harus punya jalan tambang, punya disposal, punya settling pond, lokasi reklamasi dan pembibitan/nurseri. Tapi itu tak dipunya PT.CBP sehingga cara nambangnya dinilai Sporadis dan ini rentan terjadi hal tidak di inginkan, mengingat letaknya yang berada persis dibibir jalan poros.

Olehnya, DLHD Morowali sudah perintahkan secara lisan kepada management PT.CBP, agar aktivitasnya dihentikan sampai dilakukan penataan lahan dan penyampaian ini akan ditindaklanjuti secara tertulis oleh DLHD kepada management PT.CBP.

“Untuk saat ini perusahaan harus dan wajib melakukan penataan lahan, kalau tidak segera ditangani akan begini terus,” tuturnya dan berjanji akan melayangkan surat tertulis secara resmi sebagai bentuk ketegasan DLHD Morowali.

Tak sampai disitu, RKAB yang sudah dibahas di provinsi juga sedang dipelajari seperti apa perjanjian mereka ditahun ini karena itu sudah terprogram.

Begitupun pihak Dinas ESDM Prov.Sulteng dalam hal ini Inspektur Tambang selaku tehnis pertambangan, sudah dilakukan komunikasi seperti apa penanganan yang akan dilakukan.

Diakuinya, bahwa saat ini juga sedang di diskusikan dengan management PT.CBP bagaimana baiknya penanganan yang dilakukan, dimana untuk sementara di stanby-kan alat berat dilokasi.

Ia juga berharap agar perusahaan menambang dengan baik produksinya bagus sehingga kehadiran perusahaan bisa dinikmati masyarakat setempat, tanpa ada maksud saling menyalahkan tapi untuk mencari solusi terbaik.

“Kita berharap agar perusahaan menambang dengan baik dan berdampak positif terhadap masyarakat, serta mencari solusi terbaik dari suatu permasalahan tak ada maksud saling menyalahkan,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur PT.CBP Sasmito yang dikonfirmasi via What’s App (WA) di No.+62 812-8919-xxx, tak memberikan tanggapan sama sekali padahal wartawan media ini sedang berusaha melakukan konfirmasi.

Begitupun KTT PT.CBP Kendi yang di minta tanggapan via WA di No.+62 812-2100-xxx, juga tak memberikan tanggapan.

Sementara itu Wasiat yang mengaku perwakilan perusahaan PT.CBP mengklaim pihaknya saat ini sedang melakukan penataan lingkungan dan sudah punya plenning agar tak terjadi kembali hal-hal yang tidak diinginkan termasuk nantinya membuat jembatan penyeberangan jalan.

Menurutnya, saat ini pihaknya sedang melakukan pengurusan ijin terkait perencanaan kegiatan dimaksudkan namun masih terkendala oleh instansi tehnis dari Dinas Perhubungan dan Balai Jalan, dimana kedua instansi tersebut saling klaim punya kewenangan dalam pengurusan ijin dimaksudkan sehingga membuat pihak perusahaan binggung.

“Kita sedang urus ini perijinanya, masih menunggu kejelasan dari Dinas Perhubungan dan Balai Jalan,” terangnya menjelaskan kepada sejumlah wartawan saat ditemui di kediamannya di Bungku.

Ketika ditanya soal ketegasan DLHD Morowali yang memerintahkan perusahaan agar menghentikan aktivitasnya, dibenarkannya dan dilaksanakan sesuai arahan DLHD Morowali.

“Iya pak, kami berhentikan aktivitas sesuai penyampaian DLHD Morowali sampai penataan lingkungan dilakukan,” ucapnya mantap. ***Juntak/Marten***