Pelaku Penggelapan Mobil Pick up Dibekuk Resmob Polres Pulpis

SUYANTO | PULANG PISAU | KALTENG –
Mujib (55) alias MS, warga Desa Tahai Baru, RT. 07 RW. 02 Kecamatan Maliku Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis), dibekuk Unit Resmob Satreskrim Polres Pulpis, Polda Kalimantan Tengah, karena diduga melakukan tindak pidana penggelapan kendaraan bermotor.

Kapolres Pulpis AKBP Yuniar Ariefianto SH.,S.I.K.,M.H melalui Kasatreskrim Polres Pulpis, Iptu Jhon Digul Manra, SE.,MH, mengatakan, MS alias Mujib dibekuk jajaran Resmob Satreskrim Polres Pulpis karena menggelapkan satu unit mobil Pick up jenis Daihatsu Grandmax warna abu metalik dengan nopol AB 8229 ET.

“Pelaku ini berhasil kita amankan hari, Rabu 5 Agustus 2020, di jalan Rahadi Ismail, Desa Banjar, Kecamatan Benua Kayong, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalbar sekitar pukul 15.20 WIB dengan back up Resmob Polres Ketapang, Polda Kalbar,” tutur Digul kepada media ini, Jum’at (07/08).

Dikatakan Digul, awal mula kejadian itu, saat pelaku tersebut meminjam mobil Pick up milik DV, yang dalam sehari-hari dipakai pelaku bekerja. Namun, pelaku malah menggadaikan mobil Pick up tersebut kepada BH yang beralamat di Jalan Lintas Kalimantan, Km 7, Rt. 09, Rw. 000 Desa Mintin, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulpis, senilai Rp. 10 Juta.

“Setelah mendapat laporan dan keterangan dari para saksi, Unit Resmob Sat Reskrim Polres Pulpis melakukan tracking posisi tersangka, serta mengamankan barang bukti 1 unit mobil Pick up tersebut,” bebernya.

Hasil akhir tracking lokasi pelaku, masih menurut Digul, didapati posisi tersangka berada Desa Banjar, Kecamatan Benua Kayong, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalbar. Selanjutnya, Unit Resmob Sat Reskrim Polres Pulpis berkoordinasi dengan Polres Ketapang, Polda Kalimantan Barat melakukan pengejaran hingga akhirnya pelaku dapat diamankan.

“Selanjutnya tersangka dibawa ke Polres Pulang Pisau untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ucapnya.

Lebih lanjut, Digul menjelaskan, untuk pasal yang akan diterapkan, yakni Pasal 374 KUHPidana tentang tindak pidana penggelapan dengan pemberataan atau Pasal 372 KUHPidana tentang tindak pidana penggelapan.

“Untuk ancaman sendiri sesuai Pasal 374 KUHPidana selama-lamanya 5 tahun dan sesuai Pasal 372 KUHPidana selama-lamanya 4 tahun penjara,” ungkap Digul. KABAR TODAY.COM