Pekerjaan Proyek Irirgasi Momunu 1,9 M “Amburadul”

KABARTODAY.COM | Ricky Muda | Buol – Warga desa Momunu kecamatan Momunu menyroti dan  mengeluhkan kwalitas pekerjaan proyek irigasi yang dibangun di wilayah persawahan mereka. Pasalnya proyek yang dilaksanakan CV. AR Berkah tersebut tampak dikerjakan asal-asalan.

Proyek yang menghabiskan anggaran APBD II hampir 2 miliar tersebut kwalitasnya jauh dari harapan warga tani desa Momunu sebagai pengguna. Sebab, Meski baru dikerjakan akhir tahun 2015, badan saluran irigasi sudah retak dan Lantainya sudah keropos.

Selain itu dari hasil penelusuran tim Kabartoday.com, tampak kondisi fisiknya, pintu buka tutup pembagi air tidak berfungsi karena rangkaiannya tidak lengkap (tidak memiliki kunci drat putar) dan masih puluhan meter badan saluran belum di plester.

Parahnya lagi, masih terdapat kurang lebih 50 meter sisa panjang volume yang belum dikerjakan. Hanya sebatas digali kemudian ditinggalkan.

Kondisi lantai saluran irigasi desa Momunu (Foto : Ricky Muda/KT)
Kondisi lantai saluran irigasi desa Momunu (Foto : Ricky Muda/KT)

Kades Momunu, Hamzah PT Djena menyayangkan bangunan saluran irigasi didesanya  dikerjakan dengan cara asal-asalan. “ Kasian kita punya model bangunan saluran irigasi pak, amburadul,” ungkap Kades kepada tim, sembari menunjukan kondisi fisik bangunan dilokasi proyek, Sabtu (11/06).

Hamzah mengeluhkan sampai dengan saat ini warganya belum dapat menikmati manfaat dari bangunan saluran irigasi yang sudah menghabiskan uang rakyat Rp. 1,910,500 miliar itu.

“ Sampai sekarang belum berfungsi irigasinya. Yang saya pertanyakan bagaimana dinas bisa menerima pekerjaan yang kondisinya begitu ?,” tanya Kades yang didampingi aparatnya.

Sementara Kadis PU Buol, Aryan Gafur yang ditemui diruang kerjanya, Senin (13/06) beralasan pekerjaan proyek tersebut bertahap pelaksanaannya. Dan dinas PU akan menganggarkan kembali tahun 2016 sebasar 500 juta lebih.

“ Memang pekerjaannya belum selesai karena faktor kemampuan keuangan daerah. Tapi tahun depan kita akan anggarkan kembali sekitar lima ratus juta lebih,” kilah Aryan.

Kondisi lantai saluran irigasi yang proyek pekerjaannya baru dikerjakan. (Foto: Ricky Muda)
Kondisi lantai saluran irigasi yang proyek pekerjaannya baru dikerjakan. (Foto: Ricky Muda)

Dia mengakui terkait pintu pembagi air belum selesai pekerjaannya serta panjang laintai saluran yang masih kurang. “ Dengan anggaran lanjutan kita akan menambah panjang saluran dan memperbaiki pintu air,” kata Kadis yang terlihat enggan menanggapi kondisi fisik pekerjaan proyek amburadul.***