PDP di Pulpis Bertambah, Jubir Gugus Tugas Berharap Kepala Dinas Ikuti Anev

SUYANTO | PULANG PISAU | KALTENG – Dari hasil rilis Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis), kasus Pasien Dalam Pemantauan (PDP) bertambah menjadi 4 (Empat) orang. Pasien tersebut berasal dari Desa Mantaren II, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulpis.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Pulpis, dr Muliyanto Budihardjo kepada sejumlah wartawan, Jum’at (10/04).”Bertambahnya satu orang PDP ini memiliki riwayat perjalanan dari Gowa beberapa waktu lalu,” ujarnya.

“Saat ini pasien sudah dirujuk ke RS. Dorys Silvanus Palangka Raya, sedangkan untuk keluarga sudah dilakukan isolasi mandiri dibantu oleh pihak desa dan dalam waktu dekat juga akan dilakukan rapid tes,” tambahnya.

Pria yang akrab disapa dr Mul ini juga mengatakan, untuk hasil Swab PDP tersebut memerlukan waktunya sekitar 5 sampai 6 hari ke depan. Untuk tiga orang PDP sebelumnya, hasil Swabnya bisa diketahui minggu depan yakni, sekitar hari Selasa.

“Melihat riwayat dari 4 (Empat) orang PDP ini berasal dari kluster Gowa, maka dalam waktu dekat ini kita juga akan melakukan rapid tes pada semua peserta yang berangkat. Sementara tindakan saat ini yakni dilakukan pemantauan secara ketat oleh tim,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Kalaksa BPBD Pulpis, Salahudin didampingi Kadiskominfostandi Pulpis, M Insyafi, terkait bertambahnya jumlah PDP di Pulpis saat ini, pihaknya akan berupaya untuk memantapkan kerja Gugus Tugas Covid-19.

“Kami berharap agar semua kepala SOPD yang tergabung didalam SK Gugus Tugas untuk mengikuti rapat Anev dan mendukung setiap kebijakan yang diambil,” tegasnya.

Dikatakannya, saat ini dua posko penjagaan yang berada diperbatasan sudah aktif dengan diisi masing-masing 10 petugas gabungan dari SOPD dan mitra, yakni TNI, Polri, Dishub, Satpol PP, Dinkes, BPBD, dan Dinsos.

“Kedepan kedua posko tersebut tengah disiapkan untuk bisa beroperasi hingga malam hari,” ucapnya.

Selain itu, kepada Dinas Sosial (Dinsos) Pulpis bersama dinas terkait lainnya dapat menindaklanjuti surat dari provinsi terkait pengajuan bansos bagi warga yang terdampak.

“Ini kita harapkan, namun proses tetap dilakukan sesuai mekanisme yang ada. Terus memperkuat koordinasi untuk mengurangi error dan trial kegiatan di lapangan,” pungkasnya. KABAR TODAY.COM