Partai Berkarya Ganti Nama Jadi Beringin Berkarya

Nasir Tula | Palu, – Setelah melalui Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang di gelar pada 11 – 12 Juli 2020 Jakarta, dan di ikuti kurang lebih Tiga puluh DPW dan tiga ratus unsur DPD seluruh Indonesia, dengan agenda utama memilih Ketua Baru, sekaligus perbaikan struktur partai serta persiapan menyambut Pemilu 2024.

Selaku PLT.Ketua Partai Berkarya Salim H.Baculu menjelaskan maksud di laksanakan Munaslub yang sudah di persiapkan sejak bulan Januari 2020, dimana seluruh DPW memberi dukungan pelaksanaan Munaslub secepatnya ke DPP Partai Berkarya.

Berdasarkan usulan DPW maka DPP membentuk pengurus presedium penyelamat partai dalam hal ini unsur – unsur ketua dan mahkamah pertimbangan partai untuk mengelar Munaslub, hal ini di dasari partai Berkarya yang dibawah kepemimpinan Tomy Soeharto dan Sekjend Priyo Budi Santoso tidak jalan karena tidak ada juklat, juknis serta peraturan organisasi partai tidak jalan pasca pemilu 2019 lalu, aku Salim H.Baculu, saat di kediamanya Pada Selasa 21 Juli 2020.

Berdasarkan hasil Munaslub yang di laksanakan oleh Prsedium Penyelamat Partai Berkarya (P3B) maka telah terpilih secara aklamasi Ketua partai Berkarya Mayjend TNI (Purn) Muchdi PR dan Sekjend Andi Badaruddin Picunang,

Sekaligus merubah logo warna partai yang dulu pertama berdirinya latar warna kuning di ganti berlatar warna putih dan nama partai pun ikut berganti menjadi Partai Beringin Karya.

Beberapa keputusan hasil Munaslub di setujui oleh semua pengurus DPD dan DPW yang hadir diantaranya Ketua dan Sekjend yang baru untuk priode 2020 – 2025, mendukung pemerintahan di bawah kepemimpinan presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden Mar’uf Amin, sebagai pasangan yang sah hasil Pilpres 2019.

Selain itu hasil Munaslub pun menetapkan mantan Presiden ke dua RI Soeharto sebagai pahlawan Nasional, mengingatkan semasa kepemimpinan almarhum Soeharto banyak memberikan jasa pembangunan nasional dan trilogi pembangunan di negara Indonesia.

Selain itu putusan hasil Munaslub telah membatalkan kebijakan SK pengurus yang sempat dikeluarkan oleh pimpinan partai dan dinilai cacat hukum, apa lagi surat dukungan kepada daerah yang melaksanakan Pemilukada di tahun 2020 di batalkan semua, ungkap Salim.

Pada intinya sekarang ini setelah Munaslub terlaksana dengan baik dan lancar, walupun sebelumnya sempat ada insiden di lokasi pelaksanaan Munaslub lalu, yang mana coba di bubarkan oleh mereka yang di bawah kepemimpinan Tomy Soeharto.

Sebagai bentuk persiapan menghadapi Pilkada di daerah yang melaksanakannya dan persyaratan sebagai partai di akui KPU, Ketua dan Sekjend DPP Partai Beringin Karya telah mendaftar ke Kemenkumham untuk mendapatkan pengesahan legitimasi berdirinya partai ini yang hasil Munaslub, dan kita di daerah tinggal menunggu sajah, tutup Salim Baculu. KABARTODAY.com