Palirante Selamatkan Burung Maleo Di Pulau Lingayan

Alam | Kabar Today | Tolitoli – Nama polisi itu Palirante, ia selamatkan seekor Burung Maleo dan melindunginya bak melindungi selebriti. Burung Maleo adalah burung endemik (hanya hidup secara alami di suatu kawasan) di Pulau Sulawesi, salah satunya ada di Pulau Lingayan, Pulau adalah pulau terluar yang berada di wilayah Kecamatan Dampal Utara, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah.

.

burung-maleo-sulawesi 1

.

Jumlah burung maleo sekarang ini diperkirakan kurang dari 10 ribu ekor. Dan akhirnya satwa ini dinyatakan sebagai satwa yang dilindungi.

Sementara itu, Bripka Palirante bersama warganya menemukan sebuah telur burung maleo di lokasi taman wisata pulau Lingayan. Beberapa waktu lalu, 14/3 2018

“Kami berinisiatif untuk membuatkan sangkar dengan jaring pukat, diharapkan saat telur burung tersebut menetas bisa terjaga dari binatang buas dan sebagai tanda agar terhindar dari perburuan warga,” kata Bripka Palirante , Sabtu, (23/6-2018).

Berbeda dengan jenis-jenis unggas lainnya, Maleo tidak mengerami telurnya. Pengeraman telur dibantu oleh panas bumi.

Kemudian Inisiatif itu di mulai pada hari Minggu, 18 Maret 2018 Bripka Palirante mengunjungi kepala Desa Ogotua untuk melakukan koordinasi terkait penemuan habitat endemik burung maleo yang bisa dilestarikan di pulau Lingayan dan dijadikan salah satu daya tarik wisata yang ada di pulau Lingian yang merupakan Pulau terluar RI Berbatasan dengan Malaysia

Bripka Palirante mendampingi Kapolsek Dampal Utara bersama melaksanakan sosialisasi terkait pelestarian burung maleo di wilayah pulau Lingayan.

“Agar masyarakat bekerja sama dengan petugas Bhabinkamtibmasnya dalam usaha melestrikan burung maleo yang bisa dijadikan daya tarik yang ada di pulau Lingian kedepan, dan guna mempertahankan kelestraian habitat burung maleo yang hampir punah dan tidak diburu untuk dikomsumsi,” jelas Bripka Palirante.

Tak berhenti sampai disitu, Bripka Palirante juga memberikan himbauan terkait keberadaan penangkaran Burung maleo yang dibangun di dekat lokasi tempat wisata di pulau Lingian kepada seluruh warga yang dijumpainya.

Dari penangkaran tersebut, Sampai saat ini Bripka Palirante bersama warganya telah berhasil menjaga menetaskan telur telur maleo yang ditemukan di luar kawasan penangkaran dan dipindahkan ke dalam penangkaran hingga menetas. ***