Muhammad Saleh: PNBP UPP Balut meningkat signifikan

JAYA MARHUM | BALUT – Target PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) di UPP (Unit Pelaksana Pelabuhan) Banggai Laut (Balut), Provisi Sulawesi Tengah (Sulteng) meningkat cukup signifikan pada setiap tahun. Setidaknya peningkatan penerimaan tersebut sejak tahun 2017.

Ini dikarenakan dukungan sumber-sumber penghasilan UPP Balut. Misalnya, lancarnya arus masuk keluarnya kapal-kapal Pelra (Pelayaran Rakyat) yang melayani rute tetap Banggai – Luwuk PP serta pulau-palau sekitar, Serta adanya kapal-kapal niaga didaerah yang dipimpin Bupati Wenny Bukamo.

Dalam sebulan, rata-rata tercatat, sekitar 200 kunjungan kapal yang masuk-keluar pelabuhan Balut. Untuk tahun 2020, target PNPB UPP Balut, Rp. 1,2 Miliar.

Pendapatan UPP Balut berasal dari jasa tambat, bongkar muat barang, serta jasa-jasa lainnya, berdasar PP No 51 Tahun 2016 tentang PNPB yang muaranya dapat menopang penghasilan dari sektor jasa untuk mengkontribusi PNPB.

Selain itu, pemasukan dari jasa kontainer (peti kemas), juga cukup menggembirakan karena setiap tahun, menunjukkan tend positif.

Begitu penjelasan Sekretaris UPP Pelabuhan Balut. Muhammad Saleh, SH kepada Kabar Tiday baru-baru ini di Banggai. Menurut Saleh, tahun 2017 Pemda Balut menetapkan target pendapatan UPP Balut Rp. 400 juta.

Setahun kemudian taget tersebut dinaikkan lagi menjadi Rp. 700 juta namun bisa dicapai Rp. 1 Miliar. Tahun 2019, target dinaikkan lagi menjadi Rp. Rp. 1 Miliar dan dicapai Rp. 1 Miliar 14 juta.

“Sementara untuk tahun 2020 UPP Balut diberi target Rp. 1,2 Miliar. Dan Insyaallah target tersebebut bisa dicapai bahkan lebih, ” kata Muhammad Saleh.

Untuk barang bongkaran di Pelabuhan Balut, terbanyak adalah lima bahan kebutuhan pool, slain bahan-bahan bangungan seperti semen, besi dan matrial bangunan lainnya.

Guna menjaga hal-hal yang tidak diinginkan tambah Saleh, dilaksanakan pemeriksaan kelaikan untuk setiap kapal yang akan berangkat. “Berupa cek fisik dan kelengkapan administrasi,” tegas Saleh.” KABARTODAY.com