Merasa Rajanya Dihina/Fitnah, Ketua Dewan Adat Tolitoli Laporkan UL Ke Polisi

Tolitoli, Sulteng | Kabartoday.com – Ketua Dewan Adat Kabupaten Tolitoli Drs. H. Ibrahim Saudah, MBA, Ph.D dan ketua TIM Lembaga Adat Matanggauk (LAM) Rahmat melaporkan U L ke polisi lantaran telah melakukan Penghinaan/Fitnah terhadap Raja Tolitoli Moh Saleh Bantilan, berupa tulisan (berita) via media massa Info Aktual dan Tabloid Skandal, Berita media electronik info aktual yang di Posting Grup FB bukan Tolitoli Bicara. Rabu Siang, (22/09/2021).

Kasus dugaan Penghinaan/Fitnah yang menyerang secara pribadi seorang raja Tolitoli, ini diduga telah dilakukan secara terus menerus didalam pemberitaan media masa.

ketua Dewan Adat Tolitoli Drs. H. Ibrahim Saudah, MBA, Ph.D Yang didampingi Kuasa hukum Moh Juanda SH mengatakan, kasus penghinaan dan fitnah yang menyerang kliennya di media Masa dan di posting di media sosial FB Grop Bukan Tolitoli Bicara sudah kami laporkan ke Polres Tolitoli pada Rabu Siang (22/9/2021).

“Iya sudah kita laporkan dan menyerahkan semua bukti bukti ke polres Tolitoli, dan laporan tersebut diterima langsung oleh bapak Kapolres Tolitoli yang di dampingi Kasat Reskrim, kasus ini akan segera sedang ditangani oleh pihak kepolisian,” Ucap Moh Juanda, SH. Kepada media ini, Rabu

Menurut Juanda, UL telah melakukan dugaan penghinaan/fitnah terhadap seorang raja Tolitoli yang sah Moh. Saleh Bantilan. Terlapor UL menulis dalam media masa dan memposting di Facebook Group, Lanjut Juanda Hal ini dinilai tidak hanya menghina/Fitnah terhadap kliennya seorang Raja, dan juga sebagai Bupati hingga telah berakhir menjadi bupati, melainkan telah menyerang pribadi seorang raja, secara berkelanjutan dan terus menerus.

“UL ini sudah sangat keterlaluan. Dia bukan hanya menghina, tapi juga telah memfitnah klien kami sebagai seorang raja Tolitoli, tapi juga membuat resah warga asli Tolitoli, yang rajanya telah di hina oleh UL, memfitnah dan sebagainnya. Bagi klien kami kalau mau kritik, silahkan saja sepanjang dengan etika yang baik,” ujarnya.

Kata Juanda, kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap mantan orang nomor satu di kabupaten Tolitoli itu sudah berlangsung sejak tahun lalu, hingga terus dilakukan secara berkelanjutan, Namun baru hari ini dilaporkan ke polisi pada Rabu siang.

Awalnya, kata Moh Juanda, kliennya mencoba bersabar dan tidak akan melaporkan kasus tersebut. Namun setelah dibiarkan, UL bukannya diam, ia malah menjadi-jadi hingga akhirnya digirig ke meja hukum.

“Sebenarnya, klien saya tidak ingin melapor. Pak Raja itu awalnya cukup sabar, tapi pelaku malah makin hari makin jadi dan melakukan fitnah secara terus menerus dan tidak bisa ditoleril, dan karna desakkan dari Lembaga Adat Matanggauk (LAM) yang sudah sangat terusik oleh perlakuan UL, apa lagi kasus yang disangkakan oleh UL di polres Tolitoli terkait “Penyerobotan Tanah” sudah di SP3 oleh Polres Tolitoli, makanya setelah ada SP3 yang dilakukan polres Tolitoli, baru hari ini kami bisa laporkan seorang UL,” kata Juanda.

“Namanya juga Pak Raja dan Lembaga Adat Matanggauk (LAM) hanya manusia biasa, pasti bisa emosi dan marah, karna rajanya mereka telah di hina dan sebagainya. Makanya dari pada terjadi hal hal yang tidak di inginkan lebih baik kami dilaporkan ke polisi, Kami berharap Aparat kepolisian harus serius menangani kasus penghinaan terhadap raja Tolitoli, jika tidak, bisa jadi bukan hanya 20 orang yang akan datang tetapi ada ribuan orang yang akan mencari Seorang UL,” Sambungnya dihadapan Kapolres

Sementara itu, Kapolres Tolitoli AKBP Bhudi Batara Pratidina, SIK,MH yang di dampingi Kasat Reskrim Polres Tolitoli IPTU Rijal, SH, mengatakan kasus dugaan Penghinaan/Fitnah kepada Raja Tolitoli ini segera ditindaklanjuti dengan memanggil saksi ahli.

“Laporan dari Ketua Adat kabupaten Tolitoli Telah kami terima selanjutnya Polisi juga akan memanggil Inisial UL terkait pemberitaanya di media masa, dan postingan pemberitaan di Face Book (FB) Group Tolitoli Bukan Bicara,” Ungkap Kapolres saat menyampaikan kasus ini di depan ketua Dewan Adat Tolitoli.

Lanjut Kapolres, Laporan penghinaan dan Fitnah yang di laporkan ketua Dewan adat Tolitoli akan segera kita proses secepatnya, tetapi karna ini terkait pemberitaan di media masa maka kami akan melakukan kordinasi dengan Dewan Pers terlebih dahulu.

“Kami akan memproses kasus ini sesuai dengan aturan yang berlaku, Karna kasus ini terkait pemberitaan di media masa,maka saya akan memerintahkan kasat Reskrim untuk melakukan kordinasi Dengan dewan pers terlebih dahulu, apakah ini masuk kategori pidana murni atau tidak atau harus ditangani oleh dewan pers, dan saja juga meminta kepada Lembaga Adat Tolitoli harus tetap sabar dan selalu menjaga kedamaian di kabupaten Tolitoli,” Tambah Kapolres didepan para Lembaga Adat Matanggauk (LAM).***TIM***