Masyarakat Sulteng Menilai Proyek Trans Tavaeli – Toboli Proyek Sepanjang Masa?

E LENGKONG | PALU – Pekerjaan proyek jalan di jalur Trans Sulawesi poros Kebun Kopi Tavaeli – Toboli bagi masyarakat dinilai merupakan proyek sepanjang masa.

“Karena sejak lama hampir setiap tahun APBN jalan ini tak punya batas waktu tetap dikerjakan. Ibarat tahun ini dikerjakan dari arah Kota Palu Tavaeli-Toboli, tahun berikut arahnya dari Kabupaten Parimo Toboli ke Palu,” tulis Rikson Towengke warga Kabupaten Poso dalam akun Medsosnya. Sambung sumber medsos, mengatakan saat dirinya baru mau kuliah di Palu tahun 1988, atau 31 tahun lampau proyek jalan ini sudah mulai dikerjakan untuk pelebaran dan rehabilitasi.

“Tapi sampai sekarang pekerjaan jalan ini sepertinya tidak pernah selesai. Kalau dihitung mungkin dana triliunan untuk pekerjaan proyek ini” kata Rikson

Menurut Rikson lagi, semisal dibuat lagi jalan baru atau diperbaiki jalan Tambu Kasimbar atau Kawatuna- Parigimpu pasti sudah jadi lebih mentereng.

Ir Ibnu Kurniawan Kasatker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah 2 Provinsi Sulawesi Tengah menulai hal tang wajar jika ada masyarakat menkritisi proyek ini sebab itu merupakan hak mereka.

“Saya pikir itu hak mereka punya tanggapan seperti itu. Kami mempunyai tugas melaksanakan kegiatan preservasi jalan dan sesuai amanat undang-undang jalan dan hal tersebut harus dilakukan setiap tahun.Penanganan jalan di kebon kopi merupakan upaya atau kegiatan preservasi jalan agar lalu lintas tetap bisa berjalan dengan baik” kata Ibnu Kurniawan lewat pesan singkatnya lewat WhatsApps (WA) Sabtu (20/4).

Menurut Ibnu jika saat ini lalu lintas terganggu karena adanya proyek itu merupakan konsekuensi dari pembangunan .

“Saya belum pernah mendengar langsung masyarakat yang mempunyai tanggapan bahwa proyek kebon kopi proyek sepanjang masa. Justru yang sering saya dapatkan ucapan terima kasih dari penggunaan jalan kepada kami yang sudah berupaya keras untuk melancarkan lalu lintas di poros jalan ini” ujar Ibnu.

Sambungnya, mengatakan bhawa dulu sebelum ada proyek MYC ( Multi Year Contrak) yang dimulai tahun 2017 sering terjadi longsor besar yang bisa membuat lalu lintas tertutup selama berhari hari Ibnu menjelaskan dengan adanya proyek kebon kopi ini kejadian longsor bisa dikurangi dan terbukti saat gempa tsunami dan likuefaksi terjadi di Pasigala 28 September 2018 hanya beberapa titik yang mengalami longsor di lokasi yang belum masuk proyek.

“Karena saya pelaksana ya saya cuma melaksanakan saja apa yg sudah ditetapkan pemerinta melalui inpres presiden bahwa kebon kopi harus ditangani” jelas Ibnu.

Sementara itu, secara terpisah Ir Julian Sitomorang PPK 2.3 Satker PJN Wilayah II Sulteng BPJN XIV Palu mengatakan sebagai nadi perekonomia masyarakat poros jalan Trans Sulwesi Kebun Kopi harus berfungsi 24 jam.

lalu dikatakannya, kalau toh ada longsor tidak sampai menutupi badan jalan. Selain itu juga dibangun lajur pendakian, terutama bagi kendaraan besar seperti mobil truck pengangkut barang! “Dengan tertutupnya poros Kebun Kopi itu sangat mempengaruhi perekonomian terutama sembilan bahan pokok.

Karena itu pemerintah dalam hal ini Kementerian PUPR Ditjen Bina Marga melalui BPJN XIV Sulteng membangun jalan ini. Selain itu juga agar bisa meminimalis kecelakaan kendaraan” kata Ir Julian Sitomorang baru-baru ini, kepada KABARTODAY.com.

Menurut Julian Sitomorang sebenarnya proyek poros Kebun Kopi Tavaeli-Toboli multi year contrak berhenti di kerjakan tahun 2019 ini. Hanya saja masih ada sekitar 9 KM yang akan diselesaikan baik dari arah bawah Toboli-Tavaeli dan Tavaeli-Toboli,” terang Julian.

Sedangkan Anggota Komisi V DPR-RI yang membidang PUPR Ir H Rendy M Afandi Lamadjido sebelumnya pernah menyatakan pekerjaan proyek poros Trans Sulawesi Kebun Kopi saat ini menjadi perhatiannya.

“Pelaksanaan proyek ini menjadi perhatian saya untuk bisa dikerjakan dengan baik,” kata Rendy singkat. KABARTODAY.com