Laporan Buat Presiden: Warga Desa Rato’ombu Kerja Bakti Perbaiki Jalan

MARDISON | POSO – Infrastruktur jalan adalah salah satu syarat mutlak yang diperlukan untuk memajukan satu wilayah Atau daerah pedesaan / Kota agar aktifitas sehari-hari yang menghubungkan antar wilayah kota atau desa.

Jika infrastruktur jalan mulus maka akan lancar pun aktifitas sehari-hari, misalnya arus transportasi jual beli, Atau perdagangan akan lancar di desa Rato’ombu yang Terletak diwilayah Kecamatan Lage Kabupaten Poso Provinsi Sulteng.

Nenurutnya Infrastruktur jalan raya yang menghubungkan Desa Watuawu dan Rato’ombu rusak parah sejak dibuka tahun 2010 dan menjadi desa definitif pada Tahun 2015 silam, yang dijumpai wartawan kabartoday

Pejabat Sementara Kepala desa Rato’ombu Rahmani Pakuli (43) mengatakan Kondisi jalan raya ini sudah lama kondisinya rusak, seperti kondisi saat sekarang ini.

” Kondisi jalan seperti yang anda liat sudah lama dilalui masyarakat Rato’ombu jika membawa hasil kebun kepasar DiKota Poso,” Kata Rahmani Pakuli awal Mei baru-baru ini Kepada kabartoday di Desa Rato’ombu.

Masih menurut Rahmani Kondisi jalan selama ini rusak sudah kronis jika diibaratkan seperti Luka, yang sudah masuk stadium Tig, Padahal hanya sekitar 8 kilometer Jaraknya dari Poros jalan Nasional.

Dari Pantauan media dilapangan jalan Poros yang menghubungkan Desa Watuawu dan Rato’ombu adalah kewenangan PUPR kabupaten poso Yang diaspal baru kurang lebih 2.8 kilometer itupun masih berada diwilayah desa Watuawu.

Perlu diketahui, desa Rato’ombu terdiri dari 50 kepala keluarga transmigrasi berasal dari Trenggalek dan dari Trans Lokal sekitar 230 kepala keluarga, Ujar kades Rahmani didesa Rato’ombu pada media ini.

Salah seorang Guru SMP Satu atap (satap) Rato’ombu Jois Perodo (31) menceritakan sejak penempatan dirinya sebagai guru bahasa Inggris pada tahun 2013 pemandangan jalan “buruk” parah sudah dirasakannya dilaluinya kurang lebih hampir 7 tahun.

“Kondisi jalan seperti itu sudah sejak awal penempatan saya disini mengajar,” kisahnya kepada media ini diDesa Rato’ombu Awalnya hampir 3 tahun suami saya yang mengantar saya.

Namun 5 tahun terakhir ini walaupun medan jalan kondisinya rusak saya sudah beranikan diri untuk melaluinya sendiri, Katanya Mengakhiri pengalaman yang dialaminya sebagai seorang pengajar bahasa Inggris setiap hari dari kotaposo kedesa Rato’ombu berprofesi sebagai guru. KABARTODAY.com