Lakukan Pemerasan Dan Pengancaman” Kades Betebete (R) di Jebloskan Kepenjara

Palu | Kabartoday.com – Kepala Desa (Kades) Betebete Kecamatan Bahodopi Kabupaten Morowali, Ridwan ditahan Polda sulteng karna diduga memeras dan mengancam PT. Hengjaya Mineralindo.

Pemerasan dan pengancaman oleh kepala Desa Ridwan terkait aktivitas penambangan PT. Hengjaya Mineralindo diwilayah Desa Tangopa Kecamatan Bungku Pesisir dan sebagian diwilayah Desa Betebete Kecamatan Bahodopi Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah.

Penahanan Kades Betebete tersebut tertuang dalam surat perintah Penahanan No.SP.Han/01/1/ditreskrimum tanggal 12 Januari 2021. Dimana sebelumnya polda Sulteng mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Ridwan sebagai Kades Betebete dengan No.SP.Kap/01/1/2021/Ditreskrimum tanggal 11 Januari 2021.

Dalam kasus pemerasan dan pengancaman tersebut Ridwan diduga melanggar pasal 368 KUHP subsider pasal 335 ayat 1 KUHP Jo Pasal 55 ayat 1 ke (1) KUHP dengan ancaman hukuman minimal 9 tahun penjara.

Berdasarkan sumber Resmi di Polda sulteng menuturkan bahwa modus operandi yang dilakukan sang Kades Ridwan, yaitu dengan melakukan pemalangan bersama masyarakat betebete pada yang terjadi pada tanggal 20 hingga 29 oktober 2020 lalu yang menyebabkan aktivitas penambangan PT. Hengjaya Mineralindo sempat terancam dengan memaksakan perusahaan PT. Hengjaya Mineralindo untuk membayarkan uang CSR dalam bentuk tunai.

Dikutip dari sumber resmi Metro Online bahwa perbuatan Kades betebete sangat bertentangan dengan perubahan aturan dan regulasi tentang penerapan aturan tanggung jawab sosial Perusahaan (CSR) yang ada saat ini. Tuturnya.

Sumber itu menambahkan perbuatan seperti itu tidak masuk dalam delik aduan melainkan delik biasa sehingga tidak ada ruang untuk dihentikan kasusnya dengan maksud adanya pencabutan laporan dari pihak pelapor karena psl 368 adalah delik biasa dan tidak masuk dalam delik aduan seperti psl 310 dan psl 284. Imbuhnya. ***