Kronologi Aksi Bejat Pria yang Hampir Perkosa Wanita Bisu

SUYANTO | PULANG PISAU | KALTENG – Kapolres Pulang Pisau, AKBP. Kurniawan Hartono didampingi Bupati Pulang Pisau, Pudjirustaty Narang bersama PJU Polres setempat menggelar Press Conference pengungkapan tindak pidana kekerasan seksual yang dilakukan terhadap korban wanita Difabel (Tuna Wicara/Bisu), Rabu (21/07).

Dari keterangan yang dibacakan Kapolres, kronologis singkat atas kejadian kekerasan seksual tersebut terjadi pada hari Selasa tanggal 20 Juli 2021 sekira pukul 00.30 WIB tepatnya di Desa Sakakajang, Kecamatan jabiren Raya Kabupaten Pulang Pisau.

“Si pelaku NG (56) ini mengaku, pada malam itu sedang mencari ternak ayamnya. Dalam perjalanan, pelaku melihat rumah korban sedikit terbuka pintu rumahnya. Dengan sedikit paksaan atau mendobrak pintu, pelaku berhasil masuk ke dalam rumah korban,” tuturnya.

Setelah berhasil masuk rumah korban, lanjut ia, timbulah niat didalam hati pelaku untuk menyetubuhi atau memperkosa korban. Korban yang tersadar berusaha meronta memberontak dan membuat pelaku panik sehingga melakukan penganiayaan terhadap korban.

“Korban yang di Tuna Wicara ini terus melawan dan akhirnya berhasil melepaskan diri dari pelaku, kemudian berlari menuju ke rumah tetangga terdekatnya. Dan, pelaku yang panik langsung melarikan diri dari TKP,” ungkap Kapolres.

Sesaat setelah polisi menerima laporan, ucap Kapolres, anggota gabungan baik dari Polsek Jabiren Raya bersama Satuan Reserse Kriminal Polres Pulang Pisau langsung turun ke lapangan dan langsung olah TKP serta berusaha mengumpulkan bukti-bukti. seluruh keterangan yang ada di lapangan sehingga anggota yakin dan percaya bahwa NG adalah pelakunya.

“Alhamdulillahirobbilalamin berkat kesigapan dari anggota kurang dari 13 jam, pelaku ini berhasil diamankan ditangkap disekitaran Kecamatan Jabiren Raya

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, saat ini pelaku masih dalam proses penyidikan, untuk kemudian segera ditingkatkan ke Berkas untuk dilemparkan ke JPU, sedangkan terhadap korban, saat ini pihaknya masih melakukan pendampingan dalam proses penyembuhan Trauma Healing.

“Terhadap pelaku kita men pasal 285 Juncto 53 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara dan pengandaian 351 ayat 1 KUHP dengan ancaman 2 tahun 8 bulan,” pungkasnya. KABAR TODAY.COM