Kejaksaan Tolitoli Siap Sidangkan Kasus Tambang Emas Ilegel Desa Janja

Tolitoli, Sulteng | Kabartoday.com – Kasus Tambang Ilegal di Desa Janja kecamatan Lampasio Kabupaten Tolitoli yang ditangani Gakkum KLKH Sulawesi tengah dinyatakan Lengkap (P21) oleh Kejaksaan Tinggi Sulawesi tengah.

Usai dinyatakan lengkap (P21) Oleh Kejaksaan Tinggi Sulawesi tengah pada hari Rabu tanggal (06/10/2021), Berkas tersebut langsung di limpahkan di kejaksaan Negeri Tolitoli dan siap disidangkan.

Kasi pidum Kejari Tolitoli Devy Cristian SH saat di temui di kantor kejaksaan Negeri Tolitoli saat dikonfirmasi media ini membenarkan adanya pelimpahan berkas kasus Tambang Ilegal dari kejaksaan Tinggi Sulawesi tengah ke kejaksaan Negeri Tolitoli.

“Iya benar, Hari ini Jumat 08/10/2021 Kejaksaan Negeri Tolitoli menerima pelimpahan berkas P21 dari kejaksaan Tinggi Sulawesi tengah, dengan Satu Orang tersangka yang berinisial A,” Ungkap Devy Cristian SH

“Pelimpahan berkas ke kejaksaan Negeri Tolitoli, dikarenakan Lokus/TKP ada di wilayah kabupaten Tolitoli, dan kami akan upayakan secepatnya Dala waktu 20Hari kedepannya, kasus Tambang ilegal bisa di daftarkan ke pengadilan, agar bisa segera di sidangkan,” Tambahnya

Ditempat yang sama kepala Kejaksaan Negeri Tolitoli Dedi Koerniawan SH., MH menyampaikan sejak awalnya kasus tambang Ilegal tersebut memang di tangani oleh Gakkum Provinsi Sulawesi tengah dan untuk mempermudah Kordinasi dan pemeriksaan saksi pihak Gakkum Sulteng melakukan penyidikan di provinsi dan berkordinasi dengan Kejaksaan Tinggi.

“Setelah Kejaksaan Tinggi Menyatakan Kasus Tambang Ilegal desa Janja Lengkap (P21), kini untuk persidangan dilimpahkan ke kejaksaan Negeri Tolitoli, hal ini dikarenakan lokasi peristiwa penangkapan tersangka berada di wilayah Kabupaten Tolitoli.
“Kronologis penangkapan dilakukan oleh pihak Balai Gakum KLHK dan dibantu petugas dari KPH Gunung Dako Tolitoli, dan untuk Saat ini kejaksaan Negeri Tolitoli masih dalam tahapan pemberkasan untuk dimulainya persidangan,” Pungkasnya

Sementara Itu Ketua Tim Penyidik Gakkum Sulawesi Tengah Iskandar,S.P., M.P. yang memimpin jalannya operasi penangkapan dugaan penambang emas tampak ilegal di Desa Janja saat di temui di kantor Kejari Tolitoli mengatakan dari penyelidikan hingga naik ketingkat penyidikkan dan hingga ditetapkan sebagai tersangka Inisial A menuturkan bahwa Eksavator Yang di pakai adalah milik PT.Ceria Alam Sentosa ( PT.CAS) dari kota palu.

“Excavator yang di pakai dilokasi tambang emas di sungai Labanti, Desa Janja, Kecamatan Lampasio, Kabupaten Toli-Toli hanya di sewa, dan kami sudah meminta bukti sewa (kontrak) alat Excavator serta bukti Transfer kepada pemilik PT.Ceria Alam Sentosa ( PT.CAS) sebagai kelengkapan alat bukti,” Beber Iskandar

Lanjut Iskandar menambahkan, tersangka berinisial A tidak bekerja sendiri melainkan dibantu beberapa orang pekerja dilapangan.

“Tersangka A melakukan penambangan emas di sungai Labanti, Desa Janja, sudah berjalan selama Tiga (3) bulan, terhitung sejak bulan Juli 2021 hingga September 2021, dan selama melakukan penambangan ilegal Inisial A baru menghasilkan 200 gram emas di lokasi tambang, dan hari ini tersangka dan Barang Bukti (BB) Kami sudah serahkan di kejaksaan Negeri Tolitoli.” Kata Iskandar di

“Kasus tambang ilegel ini Kami tindak lanjuti laporan dari UPT Gunung Dako melalui Dinas Kehutanan Propinsi, jika di Kecamatan Lampasio ada kegiatan penambangan emas makanya kami langsung turun ke lokasi tersebut dan mendapati satu Alat Berat yang sedang dilokasi,” Pungkasnya.