Kegiatan Puluhan Miliar, Tak Diketahui Komisi III DPRD Pulpis

SUYANTO | PULANG PISAU | KALTENG – Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis), Jayadikarta sangat menyayangkan dengan adanya kegiatan dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Kabupaten Pulpis yang bernilai puluhan Miliar Rupiah dan sampai saat ini tidak diketahui oleh pihaknya.

“Sebenarnya ada beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan di Kabupaten Pulpis, tapi tidak kita ketahui. Kita baru tahu kalau ada kegiatan itu setelah ada kunjungan Menteri PUPR kemarin. Dan kita tahunya itu dari Rilis PUPR Pusat tertanggal 14 Juni 2020,” jelas Jayadikarta kepada Kabar Today.com, Senin (15/06).

Dari rilis tersebut, diketahui ada empat kegiatan fisik yakni, peninggian tanggul, pembuatan pintu air dan pengerukan saluran air. Yang tersebar di Desa Tahai seluas 215 hektar senilai Rp. 9.8 miliar yang kontrakan telah dimulai pada Mei 2020 sudah berjalan 1 bulan.

“Yang kedua di Sei Teras seluas 195 Hektare dengan nilai Rp. 4,1 miliar dengan progres sudah 29,1 persen, kemudian di Bahaur seluas 240 hektar yang nilainya kurang lebih Rp 3.9 Miliar dan di Belanti seluas 560 Hektar dengan anggaran senilai Rp. 8,2 miliar,” paparnya.

Kalau dilihat dari progres dan kontrak, masih menurut Jayadikarta, kegiatan fisik tersebut sudah berjalan kurang lebih satu bulan. Dan sangat disayangkan sekali pihaknya tidak dilibatkan.

“Kita ini sebagai anggota DPRD dari Komisi 3 yang membidangi PUPR, ya sudah seharusnya kita dilibatkan supaya bisa melakukan tugas dan fungsi sebagai pengawasan,” cetusnya.

Selain itu, lanjut Jayadikarta, dirinya berharap program kegiatan tersebut jangan tercentral pada satu tempat. Tujuannya untuk keadilan serta pemerataan. Mengingat, selain daripada keempat wilayah tersebut, juga ada wilayah yang dulu juga termasuk Proyek Lahan Gambut (PLG).

“Mohon maaf, bukan saya bermaksud untuk memunculkan Dapil saya, kalau sebagai acuannya itu lahan Eks PLG, di Sebangau Kuala dulu juga pernah ada PLG. Sayang kan, sudah Desanya berada diujung tapi kok malah tidak terjamah sama sekali,” tandasnya. KABAR TODAY.COM