Kasus Dugaan Korupsi Desa Ini Temui Jalan Buntu

JAYA M | BUNGKU SELATAN | MOROWALI – Upaya mengungkap kupas kasus dugaan korupsi Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD) Kecamatan Bungku Selatan, Morowali mengapa selalu tidak mulus?

Hal itu seperti yang dirasakan, Ketua BPD Lamontoli, Anton yang melapor dugaan penyelewengan DD dan ADD tahun anggaran 2019 sebesar kurang kebih Rp. 900 juta yang dilakukan oleh oknum Kadesnya, Arpin H. Abdullah.

Selain itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Lalemo Rusdin K juga membeber dugaan penyelewengan DD dan ADD di tahun anggaran 2017, 2018 dan 2019 sebesar kurang lebih Rp. 800 juta oleh mantan Kades Lalemo.

Kepada Tim Kabar Today.com yang melakukan investigasi ke Lamontoli baru-baru ini, Anton menyampaikan semua kekesalannya terhadap kelakuan Kades.

“Bagaimana tidak kesal, setiap masyarakat Lamontoli sebagai representasi masyarakat Bungku Selatan menuntut agar hukum bisa ditegakkan, selalu saja gagal,” ucapnya kesal.

Anton juga mengungkapkan, saat ini masyarakat menginginkan, agar oknum pelaku ini bisa diseret ke ranah hukum, akan tetapi kepercayaan masyarakat terhadap institusi hukum memudar.

“Percuma aja melapor ke pemerintah Kabupaten, hasilnya akan sia-sia saja pak. Bagaikan membuang garam ke laut,” ucapnya menirukan suara-suara sumbang yang muncul dikalangan masyarakat.

Tidak hanya itu saja, ia juga telah melaporkan perbuatan Kadesnya ke Inspektorat dan institusi hukum lain, bahkan ke pejabat penting daerah di Kabupaten Morowali.

“Tapi semua itu tetap sia-sia saja. Berkas dugaan penyalahgunaan DD dan ADD Lamontoli itu enggak jelas kelanjutannya dan entah tersangkut dimana,” pungkasnya.

Tapi demi sebuah kebenaran dan mencari dimana keadilan, Anton tidak patah arang dan akan terus berjuang demi kesejahteraan masyarakat khususnya warga masyarakat di Desa Lamontoli. KABAR TODAY.COM

Editoring: JeM