Kadis PMD: Dana Desa 10 Persen Untuk Tangani Covid

MARDISON | TOUNA – Pemotongan anggaran Dana Desa (DD) 10 Persen disetiap desa dikabupaten Tojo una una berdasarkan surat esaran dari kementrian

Kepala dinas PMD Tauna Mohamad Lasupu saat dikonfirmasi terkait pemotongan anggaran DD Sebesar 10 % mengatakan, pemotongan aggaran DD sudah sesuai Prosedur, dan dana tersebut untuk penaganaan Covid 19.

“Pemotongan anggaran DD Sevesar 10% untuk penaganan Covid, dan aturan Sudah berlaku semenjak pencairan tahap pertama, dimana ketika covid19 mulai menyebar di kabupaten maupun beberapa kota. Semua sudah dilakukan sesuai Intruksi Pusat, dan sudah kami sampaikan kedesa trrkait hal ini,” Ucap Kepala Dinas PMD Touna Mohamad Lasupu

Sementara itu kepala desa diwilayah kecamatan Tojo yang dikonfirmasi media ini atas pemotongan 10 Persen Dana Desa dari Pemdes Kabupaten Touna yang tidak mau disebutkan namanua mengatakan pada dasarnya ada pemberitahuan melalui pesan singkat diwhatsapp group yang disampaikan dari dinas PMD.

” Iya. Pemberitahuan itu sudah disampaikan Melalui pesan singkat digroup WhatsApp Pemdes Touna kepada seluruh kepala desa yang ada di kabupaten Touna,” Kata salah seorang Kades diwilayah Touna.

Ditambahkannya lagi, pemotongan 10 Persen, ditambah Gaji kades dipotong 1 juta perbulan, totalnya kurang lebih Rp. 42 juta selama satu tahun anggaran 2020 yang akan terkumpul,” Sebut seorang Kades dikecamatan Tojo.

Ditempat terpisah Kadis PMD Touna yang dikonfirmasi malalui via Telfon terkait hal pemotongan anggaran Untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) tersebut menjelaskan memang ada beberapa desa yang terletak dipulau dan di Kasiala pegunungan mempertanyakan buat apa duit BLT yang diberikan.

“BLT DD Kami berikan uang, akan tetapi masyarakat didesa kasiala, menjawab Kami kasih uang tunai, Untuk apa uang,” Kata Kadis menuturkan.

“Dipulo juga banyak yang mengeluhkan biar bapak kasih 1 juta kita mau benih apa disini. Kata Kadis meniru pembicaraan dengan warga penerima bantuan terdampak covid 19 dipulau Touna.

Lanjut kadis menambahkan, Banyak sekali Dipulo yang dapatkan BLT, tapi sayangnya saat ini kapal veri dari Gorontalo tidak masuk sejak pandemi corona, Jadi sembako yang masuk kedesa tersebut makin berkurang.

“Alasan masyarakat Dipulo dan Dipegunungan terpencil kasiala mau menerima bantuan BLT berupa barang dikarenakan kios atau warung yang menjual bahan sembako pun terbatas,”

Lanjutnya, Kios atau warung yang menjual sembako Dipulo dan daerah terpencil terbatas, paling bisa hanya beberapa warga yang membeli sembako.

“Ada permintaan dari warga seperti beras, telur minyak dan gula untuk bagikan Tidak dalam bentuk uang,” Imbuhnya

Namun kalau bisa diberikan uang. yach harus uang. Papar Kadis.

Diakhir wawancara harapan Kadis PMD Touna kepada masyarakat, agar BLT Dana Desa yang telah diberikan agar dapat digunakan dengan sebaik mungkin oleh masyarakat penerima yang terdampak pandemi virus corona. Harapnya. KABARTODAY.com