Kabupaten Poso Kekurangan Tenaga Pengajar “Guru”

MARDISON | POSO – Akibat kekurangan tenaga pengajar yang ada di kabupaten membuat proses belajar mengajar dikabupaten Poso ditingkatkan TK/Paud Sd dan Smp, tidak berjalan secara maksimal.

Kepala Dinas pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Poso yang di wakili kabid pembinaan dan ketenagaan Darma Kogege saat dikonfirmasi mengakui adanya kekurangan tenaga pengajar atau guru di semua tingkatkan mulai dari TK/Paud Sd dan Smp sekabupaten Poso.

“Bedasarkan data dinas Pendidikan kabupaten Poso jumlah tenaga pengajar yang ada masih sangat minim, dari jumlah keseluruhan sekolah mulai dari Paud/TK, SD, dan SMP kami masih kekurangan tenaga pengajar berjumlah 1.405,” Ucap Darma P. Kogege S. Pd Rabu (10/06)

Lanjut Darma Kogege menyampaikan jumlah tenaga guru diwilayah kerja Dikjar Poso sekarang ini dari Paud/TK 676 Orang, SD 2.276 Orang, yang mana PNS 1.996, Honornya berjumlah 280 Orang, sementara ditingkatkan SMP jumlah guru PNS 895 orang guru dan guru honor berjumlah 75 Orang.

“Jumlah Total pengajar (Guru) di kabupaten Poso Mulai dari yang PNS dan Honor berjumlah 6.198, dan kami masih membutuhkan ketambahan tenaga pengajar agar proses belajar mengajar bisa berjalan lebih baik,” Tuturnya.

Dikatakannya lagi, untuk melakukan pembinaan terhadap 1405 guru disekolah Negeri maupun sekolah Swasta dimasa pandemi covid19, dinas pendidikan telah mengupayakan melalui konfirmasi pertelepon dan tatap muka.

“Untuk pembinaan Ketenagaan guru kami telah lakukan melalui telepon dan tatap muka melalui telepon, dan ini sudah dilakukan oleh kepala sekolah maupun perpanjangan tangan dinas yakni Uptd Kecamatan,” Imbuhnya

Lagi, jika harus dilakukan tatap muka disekolah atau dikantor Dikjar harus wajib menggunakan masker.

“Pertemuan yang mengharuska untuk bertatap muka secara langsung disokolah, kami sudah memerintahkan kepada Kepala UPTD dan kepala sekolah harus sesuai dengan standar Kesehatan,” pupusnya

Pembinaan yang dilakukan tidak hanya semata pada masalah guru namun juga yang dilakukan adalah pembinaan terhadap kinerja para guru selaku tenaga pendidik dan pengajar.

Dari sisi pembinaan kepribadian guru prosentase tertinggi adalah masalah istri yang melaporkan suami yang berprofesi guru tidak menafkai lagi istrinya.

“Enam bulan terakhir banyak istri yang suaminya guru melaporkan tidak dinafkai” bahkan ada guru sudah 5 tahun tidak menafkai istri dan keluarganya. Kata Darma dengan Mimik Serius.

Ditanya soal jumlah sekolah yang tersebar dikabupaten poso milik pemerintah maupun swasta dirinya mengatakan sampai hari ini jumlah sekolah ada 498 baik swasta dan Negeri. TK/Paud 197 SD 229 dan SMP 72 sekolah. Negeri maupun swasta.

Melihat jumlah Sekolah maupun kebutuhan guru yang masih kurang maka rasio kebutuhannya TK 384 guru. Sementara SD 459 orang dan SMP yang dibutuhkan adalah 562 tenaga guru.

“Makanya mau tak mau ada sekolah yang harus menerima tenaga honor sebagai tenaga pengajar” kata Kabid Pembinaan Ketenagaan pada Dikjar Poso KABARTODAY.com