Jemi Yusuf: Tenda Pengunsian Korban Kebakaran Tolitoli di Masuki Air

ERWIN | TOLITOLI – Hujan deras yang turun pada Selasa malam (22/1/20) menyebabkan salah satu tenda pengungsian warga korban kebakaran di kelurahan Sidoarjo Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli Provinsi Sulawesi Tengah kemasukan air.

Berdasarkan Postingan Jemi Celebes di FB Rabu pagi di lokasi tenda pengungsian tadi pagi, tenda pengungsian itu dihuni ibu-ibu, lansia, dan anak-anak.

Wakil ketua satu DPRD Tolitoli Jemi Yusuf atau yang akrab di sapa Jemi Celebes mengatakan, Saat hujan semakin deras, sejumlah warga yang mengungsi langsung berkumpul ke area tengah tenda untuk menhindari genagan air yang Ada didalam tenda.

Sebab, diduga air hujan masuk dari atas tenda pengungsian ke dalam tenda, akibat bocor.

“Beberapa ibu ibu pun terlihat mengumpulkan barangnya untuk di naikkan keatas kursi, dan berkumpul di pinggiran tempat yang tidak tergenang air,” Ujurnya

Lanjut Jemi, atap tenda diduga sebagai penyebab terjadinya kebocoran, akibatnya warga yang ada ditenda pengunsian tidak bisa tidur dengan nyenyak, pemerintah harus sediakan tempat pengunsian yang lebih layak, kalau boleh Gor Mokondongan digunakan saja untuk pengungsi.

“KONDISI LOKASI PENGUNGSIAN SDR KITA DI LABUAN EMPANG #tolitoli, SEJAK JAM TIGA SUBUH TENDA KEMASUKAN AIR HUJAN SEHINGGA TDK LAYAK DIGUNAKAN. BANTUAN MASYARAKAT TERANCAM RUSAK SEKIRANYA TDK SECEPATNYA DIRELOKASI, SEMOGA DPT PENANGANAN SECEPATNYA. GEDUNG SERBAGUNA GOR MOKODONGAN DPT MENJD ALTERNATIF UTK RELOKASI, SAMPAI ADA HUNIAN SEMENTARA MSY KITA YG TERKENA MUSIBAH KEBAKARAN.
#sop_pengungsi,”¬†usul seorang Wakil ketua 1 DPRD Tolitoli dari partai Golkar dalam. Postingannya di FB

Meski begitu, salah satu warga yang ada ditenda pengungsian mengatakan bahwa masuknya air ke tenda baru terjadi hari ini akibat turunnya hujan dini hari.

Ia pun ikut membantu membersihkan air yang masuk ke terpal alas tenda.

“Baru ini masuk airnya jadi didalam tenda penuh becek. Padahal sore hari juga hujan tetapi enggak sampai masuk karen enggak deras, yang sekarang karena hujannya deras,” kata

Menurut dia, area pengungsian yang merupakan bekas galian urugkan tanah lebih rendah dari wilayah sekitarnya.

Dengan demikian, jika hujan, kemungkinan area tenda akan kembali digenangi air.

Sementara itu, pengungsi lainnya, mengaku cemas apabila air masuk saat para warga sedang terlelap pada malam hari.

Sebab, mereka harus segera bangun dan air ke luar tenda dan pindah ketenda lain agar bisa beristirahat dengan tenang.

“Kasihannya sama anak-anak. Mereka lagi tidur terganggu karena air hujan masuk ke dalam tenda, jadinya kebangun-bangun,” Ucapnya

Sementara itu, korban kebakaran di wilayah tersebut tersebar di sejumlah pengungsian, yaitu lapangan bekas galian tanah, dijalan Lumba dan satu tenda lainnya yang dibangun di jalan Bubara, Ada pula yang menyebar ke rumah kerabat atau saudara.

Kebakaran di Tolitoli ini diduga berasal dari Lilin atau Obat nyamuk rumah seorang warga yang sedang tidur pada minggu (02/2/20) dini hari untuk usaha warungngnya.

Akibatnya, kebakaran menghunguskan 134 rumah di kelurahan Sidoarjo, yang merugikan 616 KK dengan total 1.800 jiwa. KABARTODAY.com