Jalan Trans Sulawesi Ruas Kota Lingadan Nyaris Putus Digerus Ombak

Tolitoli | Kabartoday.com – Cuaca buruk dan memasuki musim hujan menyebabkan ruas jalan Nasional yang dikenal sebagai Jalur Trans Sulawesi yang menghubungkan Kabupaten Tolitoli dan Kabupaten Buol kembali rusak berat akibat diterjang ombak besar.

Sejak sepekan terakhir ini, kondisi cuaca yang tidak menentu dan ombak yang besar membuat jalan trans Sulawesi di kilo Meter 455 yang berada tepat di persis bibir pantai desa Bajugan kecamatan Galang Kabupaten Tolitoli dihantam ombak laut yang mengakibatkan kerusakan hampir di seluruh badan jalan.

salah satu titik yang sangat parah kerusakannya adalah di dusun Babana Desa Bajugan. Kendaraan yang melintasi jalan tersebut harus ekstra hati-hati, mengingat bagian bawah badan jalan sudah tergerus ombak.

Salah seorang warga desa Bajugan Anto yang di konfirmasi media ini selasa Sore (12/01/2021) mengatakan mengatakan sudah hampir sejak sepekan terakhir kondisi cuaca didesa Bajugan tepatnya di dusun Babana sangat tidak menentu, sehingga membuat kondisi ruas jalan Trans Sulawesi mengalami kerusakan di hantam ombak.

“Kondisi Jalan yang rusak berat yang terlihat dilokasi dimana hampir sebagian badan jalan tergerus ombak yang naik kedaratan,” Ucap Anto

Lanjut Anto, di ruas ini hampir setiap tahunnya kalau di musim hujan dan angin kencang pasti mengalami kerusakan, pasalnya kondisi Cuaca yang tidak bisa diperkirakan, apa lagi jalan tersebut berhadapan dengan laut lepas.

” Sudah sering terjadi seperti ini, jika angin kencang meniup daratan membuat ombak naik kebadan jalan, dan setiap tahun kejadian sama saja pasti saja rusak walaupun ada pembatas tembok (Pondasi),” ungkap Anto

Lanjut Anto, sampai saat ini belum ada penanganan darurat dari pemerintah kabupaten maupun BPJN untuk mencari solusi bersama demi kelancaran arus lalu kendaraan yang melintasi jalur Trans Sulawesi tersebut.

Sebagai masyarakat setempat, dirinya mengharapkan perhatian Pemerintah Dalam hal ini BPJN XIV Sulawesi Tengah untuk bisa memperbaiki dan membangun tembok penahan gelombang atau pemecah ombak agar ruas jalan Nasional kembali aman untuk dilalui oleh pengendara roda dua dan empat. ***