Hidayat Lamakarate: kelangkaan Pupuk Jadi Priotas Utama

SAM A KASESE | POSO – Sekertaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Dr. H. Hidayat Lamakarate, M.Si. yang akrab di sapa Hidayat usai melaksanakan kegiatan Hari PGRI di wilayah Lore Tengah, menyempatkan diri untuk bertemu langsung dengan masyarakat petani sayur di Desa Sedoa, Dusun Salibu Kec Lore Utara Kabupaten Poso Provinsi Sulawesi Tengah. Kamis (21/11/2019)

Dalam Kesempatan itu Masyarakat Petani Palwija saat bertatap muka secara langsung dengan Orang nomor satu di Aparatur Sipil Negara (ASN), mengeluhkan tentang susahnya para petani Palwija untuk mendapatkan PUPUK BERSUBSIDI jenis POZKA, ZA serta UREA.

Pada Kesempatan yang sama juga di ungkapkan Ketua RT Dusun Salibu yang mewakili Masyarakat Petani sayur untuk menyampaikan keluhan yang sama dialami oleh petani palwija bahwa saat pupuk yang datang di agen para petani selalu lambat mendapatkan informasi, dikarnakan jarak antara tempat tinggal petani sangat jauh dari jalan utama.

“Saat penyaluran pupuk dilakukan, para petani yang ada di pedalaman baru menerima informasi setelah 3 Jam pupuk tersebut datang dilokasi tepatnya di jalan poros.” ungkapnya

Lanjut ketua RT, setelah mendapatkan informasi dan tiba di tempat penyaluran pupuk dijalan poros, tenyata pupuk tersebut sudah habis penyalurannya.

“Saat tiba dijalan poros pupuk, ternyata apa yang di harapkan para petani telah habis.” ujurnya ketua RT kepada Hidayat

Lanjut Ketua RT, akibat sulitnya para petani untuk mendapatkan pupuk selama ini, para petani tanaman sayur yang sudah bersusah payah dalam bercocok tanam tidak mendapatkan hasil secara maksimal, sedangkan kebutuhan per satu hektar, di butuhkan 17 zak.

“Para petani sayur yang seharusnya mengunakan pupuk untuk oer Hektar mencapai 17 zak, saat ini cuman bisa di funakan sebanyak 5 zak, di karenakan susahnya mendapatkan pupuk tersebut.”

Dotambahkanya lagi, kelangkaan pupuk yang terjadi bukan hanya di Dusun Salibu saja melainkan semua Masyarakat petani sayur lembah napu sangat kesulitan untuk memperoleh pupuk bersubsidi.

“Kami berharap pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam hal ini bapak Dr. H. Hidayat Lamakarate, M.Si. Bisa memberikan solusi buat para petani, karna dengan bercocok tanam, para petani bisa menyambung hidup mereka,” Pungkas Ketua RT Desa Sedoa ( Dusun Salibu ).

Usai mendengarkan keluhan petani, Dr. H. Hidayat Lamakarate, M.Si. menyampaikan penyaluran pupuk bersubsidi yang harusnya dinikmati para petani, akan tetapi tidak bisa dirasakan petani, ini jelas salah prosedur, insyallah dalam waktu dekat pemerintah provinsi akan memanggil kepala dinas Pertanian untuk mendata ulang kelompok tani yang ada di Desa Sedoa. Agar pendistribusian pupuk bersubsidi bisa tepat sasaran.

” Saya akan kordinasikan dengan kadis pertanian, agar segera mengatasi persoalan pupuk yang ada di Desa Sedoa, jika perlu dalam waktu dekat saya akan kordinasi dengan pemerintah pusat dalam hal ini kementrian pertanian agar bisa memberikan bantuan kepada para petani sayur yang ada di sulawesi tengah.”Imbuhnya

Lanjut Hidayat, persoalan petani saat ini adalah persoalaan yang sangat serius dan harus segera di selesaikan, Agar kebutuhan petani sayur kedepannya bisa terpenuhi dan mendapatkan hasil yang maksimal agar ekomoni para petani bisa lebih baik.

“keluhan para petani harus segera di tindaklanjuti, agar hasil panen bisa lebih melimpah, dan perekonomian petani kita bisa lebih maju dan sejatrah. Pungkasnya KABARTODAY.com