Hasil Rapid Test Reaktif, 5 Warga Satu Kecamatan di Tolitoli Dikarantina

ERWIN | TOLITOLI – Sebanyak 5 warga, Kecamatan Dampal Utara, Kabupaten Tolitoli, dievakuasi tim gugus tugas Covid-19 (surveilans) ke gedung SKB Tempat karantina di kawasan jalan Vetran, untuk menjalani karantina, Selasa (12/5/2020).

Lima (5) warga ini dievakuasi dengan mengunakan mobil Ambulance milik Puskesmas Ogotua, untuk dikarantina di lokasi SKB Kota Tolitoli, setelah mereka menjalani rapid test dan hasilnya reaktif.

Kepala dinas Kesehatan Tolitoli Drs. Bakri Idrus A,Pt., MM, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp mengatakan, rapid test yang dilakukan tim gugus tugas Covid 19 (surveilans) di kecamatan Ogotua siang tadi menemukan ada 5 Orang Rapid Test, yang hasilnya Reaktif.

“Dari hasil tracing pasien yang dilakukan tim gugus tugas (surveilans) kemudian melakukan rapid test dan hasilnya ada 5 warga yang hasilnya reaktif, dari ke Lima orang tersebut salah satunya adalah Perempuan,” kata kadis kesehatan Bakri, selasa malam (12/5/2020).

Kondisi 5 warga yang reaktif rapid test itu dalam keadaan baik.

Meski begitu, mereka harus menjalani karantina dan akan dipantau langsung oleh petugas medis di lokasi karantina tersebut.

“Memang kondisi mereka bagus, tapi nanti mereka akan diawasi oleh tim medis di tempat karantina” ujar dia.

Setelah 5 warga itu dikarantina, langkah selanjutnya yang akan dilakukan tim gugus tugas yakni mengambil swab mereka untuk diuji di laboratorium, guna mengetahui apakah mereka positif Covid-19 atau tidak.

“Nanti swab-nya kita akan di uji dilaboratorium palu untuk mengetahui apakah mereka ini positif Swab atau bukan, dan perlu diketahui jumlah pasien yang berada dikarantina saat ini berjumlah 19 Orang.” ungkap dia.

Data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tolitoli per selasa (12/5/2020) hingga pukul 12.00 WITA, jumlah kasus positif Covid-19 di Tolitoli berjumlah 9 kasus.

Dari jumlah itu, dua pasien positif Covid-19 dirawat di tempat fasilitas karantina SKB, dan 7 pasien menjalani perawatan dirumah sakit mokopido Tolitoli.

Adapun jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 8 orang dan orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 60 orang sesuai rilis yang dikeluarkan oleh Dinas kesehatan.

Menurut Kadis kesehatan, Hasil Rapid Test yang perlu diketahui oleh masyarakat adalah:

Rapid test merupakan teknik pengetesan keberadaan antibodi terhadap serangan kuman di dalam tubuh.

Hasil rapid test tak boleh dan tak bisa digunakan secara mandiri untuk mengonfirmasi keberadaan atau ketiadaan infeksi virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 di dalam tubuh.

Untuk mengonfirmasi keberadaan virus corona secara akurat dalam tubuh seseorang harus dilakukan test swab dengan meteode PCR (polymerase chain reaction).

Hasil tes dari rapid test adalah reaktif (ada reaksi terhadap keberadaan antibodi) atau non-reaktif (tidak ada reaksi terhadap keberadaan antibodi).

Jika masyarakat sempat mengetahui dan membaca hasil rapid test adalah positif atau negatif, harus dimaknai sebagai positif atau negatif terhadap keberadaan antibodi dalam tubuh, bukan positif atau negatif terhadap keberadaan virus corona penyebab Covid-19. __KABARTODAY.com