Gugatan Moeldoko Cs Ditolak MA, Pesan AHY, Jangan Euphoia Tetap Rendah Hati

Tolitoli, Sulteng | Kabartoday.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Tolitoli beserta struktur sampai tingkat terbawah, kader dan simpatisan, bersyukur atas putusan Mahkamah Agung (MA) yang menolak gugatan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang diajukan oleh ketua umum KLB Partai Demokrat kubu Moeldoko.

“Kami seluruh pengurus DPC Demokrat, seluruh DPAC hingga Ranting dan simpatisan demokrat se kabupaten Tolitoli bersyukur kepada Allah SWT, atas keadilan yang senantiasa berdiri tegak di negeri kita beserta institusi hukumnya, tapi ketua DPC Demokrat Tolitoli mengingatkan pesan Ketum AHY kepada seluruh Kader dan Simpatisan Demokrat agar tidak Euphoria dan tetap rendah hati menyikapi momen ini.” ujar Ketua DPC Partai Demokrat Tolitoli yang juga merupakan Anggota DPRD Kabupaten Tolitoli Moh. Nurmansyah Bantilan kepada wartawan Kabartoday.com melalui Via Telfon Rabu Siang (10/11/2021).

Anggota DPRD Kabupaten Tolitoli itu mengatakan setelah Mahkamah Agung (MA) menolak Gugatan yang dilayangkan oleh Moeldoko Cs, terkait Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga AD/ART Partai Demokrat yang sah dibawah kepemimpinan AHY. Mulai Hari ini partai Demokrat Tolitoli akan fokus untuk terus mengabdi kepada rakyat.

“Semoga ini menjadi penyemangat bagi para kader Demokrat diseluruh Indonesia, khususnya di kabupaten Tolitoli untuk terus bergerak menjadi barisan terdepan bersama Rakyat dalam membangun bangsa dan negara,” Ungkap Nurmansyah.

Sementara Itu Sekertaris Demokrat Kabupaten Tolitoli Erwin Toso Ahmad kepada media ini mengatakan pada amar putusan MA yang dikutip dari halaman situs resmi Mahkamah Agung (MA) di Jakarta, Selasa kemarin, bahwa apa yang telah dilakukan oleh Mahkamah Agung (MA) untuk menolak gugatan AD/ART Partai Demokrat, yang diajukan oleh KLB Demokrat versi Moeldoko, merupakan hal yang tepat.

“Dari situs resmi Mahkamah Agung (MA) tersebut memang benar, bahwa Mahkamah Agung tidak berwenang untuk memeriksa, mengadili dan memutus objek permohonan, terhadap AD/ART Partai, jelas putusan untuk menolak yang dilakukan MA sudah tepat,” kata sekertaris Demokrat Erwin Toso.

Menurut Erwin Toso, AD/ART Partai politik jelas tidak dapat memenuhi unsur sebagai suatu peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 2 dan Pasal 8 Undang-Undang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (PPP).

“AD/ART partai politik bukanlah menjadi produk hukum yang mengikat umum, tetapi hanya mengikat internal partai politik yang bersangkutan,” Bebernya.

Selanjutnya ia menambahkan, partai politik bukan merupakan lembaga negara, badan atau lembaga yang dibentuk oleh undang-undang atau pemerintah atas perintah undang-undang.

“Jelas, hal ini bukanlah delegasi dari undang-undang yang memerintahkan partai politik untuk membentuk peraturan perundang-undangan,” Tambahnya

Seperti halnya, apa yang menurut pendapat Mahkamah Agung saat mengeluarkan Press Release lewat situs resmi mengatakan MA tidak berwenang memeriksa, mengadili dan memutus objek permohonan karena AD/ART tidak memenuhi unsur sebagai suatu peraturan perundang-undangan.

“Dalam pokok permohonannya, pemohon Muh. Isnaini Widodo dan kawan-kawan mendalilkan AD/ART partai politik termasuk peraturan perundang-undangan. Sebab, AD/ART merupakan peraturan yang diperintahkan oleh UU Nomor 2 Tahun 2008 jo Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 dan dibentuk oleh partai sebagai badan hukum publik,” Itu, jelas semua yang dilayangkan Meoldoko Vs adalah salah alamat,” Kata Politisi muda Demokrat Tolitoli.

“Kali ini sudah jelas, bahwa Majelis Hakim Mahkamah Agung yang di pimpin oleh Prof Supandi sebagai Ketua Majelis, Yodi Martono Wahyunadi, dan Is Sudaryono masing-masing sebagai anggota. telah menolak Gugatan Moeldoko Cs, yang dilakukan oleh Yusril Ihza Mahendra. *** Erwin***