Gema TAWAKU, Lorong Salamae Dan Kampung Pajala Lebih Asri.

ERWIN | TOLITOLI – Inovasi dalam Proyek Perubahan GEMA TAWAKU (Gerakan Bersama Tangani Kawasan Kumuh) Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli, yang digagas oleh Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman, Rahman Bakulu, S.E., melalui kolaborasi lintas sektor, mengubah wajah lorong salamae dan kampung pajala menjadi pemukiman yang lebih Indah dan asri.

Menurut Kepala Bidang Pemukiman Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman, Syafrudin A. Rahman, S.T., M.Eng., Proyek Perubahan GEMA TAWAKU yang telah dilaksanakan sejak bulan April 2020 sampai denga akhir bulan Juni 2020, yang berlokasi di Lorong Salamae dan Kampung Pajala Kelurahan Baru, telah berhasil dilaksanakan dengan baik dan menjadikan pemukiman tersebut yang semula nampak kumuh menjadi pemukiman yang cukup asri dan indah.

“Kegiatan penanganan kumuh yang telah dilaksanakan meliputi pemeliharaan jalan lingkungan, penyediaan tempat sampah, penyediaan pot-pot bunga, perbaikan beberapa titik sarana air bersih, perbaikan beberapa rumah warga, pembuatan mural yang berisi pesan-pesan kepedulian lingkungan, dan pemeliharaan ruang terbuka hijau di kampung pajala,” ucap Syafrudin


kepala Bidang Pemukiman selaku Ketua Tim Internal proyek ini menambahkan, kegiatan Gema TAWAKU Stakeholder yang terlibat dalam kolaborasi ini di antaranya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Sosial, Kantor Kecamatan Baolan, Kantor Kelurahan Baru, Bank BRI Cabang Tolitoli, Bank Sulteng Cabang Tolitoli, Kelompok Masyarakat Pemerhati lingkungan Kumuh, Masyarakat Anti Penyalahgunaan Jabatan (MAPJ), BKM Kelurahan Baru, Masyarakat setempat, Media dan Para Kepala Bidang serta sebagian staf dalam lingkup Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Tolitoli.

“Masing-masing Stakeholder yang terlibat mengambil peranan sesuai tupoksinya masing-masing, antara lain Dinas Lingkungan Hidup menyediakan tempat -tempat sampah, Dinas Pekerjaan Umum membantu material konstruksi, Dinas Sosial membantu perbaikan rumah warga, Bank BRI dan Bank Sulteng membantu dalam bentuk dukungan dana, BKM Kelurahan Baru membantu pot-pot bunga, Kelompok Masyarakat Pemerhati Lingkungan sebagai Fasilitator pelaksanaannya, serta masyarakat memberikan pasrtisipasi dalam bentuk tenaga” ujar Syafrudin.

Lanjut Kabid Pemukiman Syafrudin, kedepannya pola penanganan kawasan kumuh dalam bentuk kolaborasi seperti ini diharapkan berkelanjutan, dan dapat dijadikan program kegiatan pada masing-masing stakeholder, melalui koordinasi dan sinkronisasi program lintas sektor.

“Untuk mempercepat penanganan kawasan kumuh di Kota Tolitoli, bentuk kerja sama seperti ini (Gema TAWAKU) telah melahirkan kebersamaan, sinergitas dan harmonisasi diantara elemen-elemen masyarakat,” Pungkasnya KABARTODAY.com