FPII Sumsel: Pelaku begal harus dihukum mati

KABARTODAY.com | PALEMBANG – Atas terungkpanya kasus pembunuhan sadis Ir. Firdaus bin H. Jailani yang dibegal beberapa bulan yang lalu terungkap.

Ketua Setwil Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Sumsel Ruben Alkatiri bawah pelaku pembunuhan oleh begal yang merupakan koban adalah kakak kandungnya sudah ditangkap yang saat ini diamankan di Polres Ogan Ilir.

Kejadian bermula korban pulang dari hajatan paman yang sukuran untuk menunaikan ibadah haji.

Sementara keterangan pada kronologi yang diperoleh dari saudara kandung korban, saat di perjalanan beliau (Red-korban ) bersama istri dicegat ditengah jalan daerah jalan lintas wilayah Pemulutan oleh dua kendaran sepeda motor yang memepet korban, sehingga korban mengalami lima tusukan dan meninggal dunia.

“Menurut adat kami nyawa harus dibalas nyawa. Sehubungan kita berada dibawah negara hukum maka kami ikut proses hukum yang berjalan dan kami meminta pengadilan dapat menjatuhkan hukuman mati pada pelaku ini, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan serta ajaran agama mana pun yang ada,” demikian dikatakan Ketua FPII Sumsel, Ruben, Minggu (1/3), di Palembang

Ia meminta Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) membuat tim khusus begal jangan sampai ada lagi kejahatan begal di Sumsel karena orang yang membunuh sesama anak bangsa itu harus disingkirkan dimuka bumi ini

“Bila perlu Kapolda, untuk begal di tembak mati saja jangan ada proses hukum,” ujarnya.

” Saat ini masyarakat takut untuk keluar malam untuk aktivitas belum lagi kalau ada tamu dari luar jadi bagaimana kita dapat meningkatkan pendapatan anggaran daerah (PAD),” tambah Ruben yang juga merupakan Aktifls Sumsel dan selalu menyurakan kebenaran membela masyarakat.

Adapun tersangka yang diamankan Dedi alias Denis (22) Dedi alias Rosi (20) Rahmad alias Mat Obeng. yang saat ini mendekam ditahanan Mapolres Ogan Ilir.

Sumber: FPII Sumsel

Editoring: JeM FPII Sulteng