Eva Bande: Aktivis Perempuan Sulteng, Tanggapi Kasus Longki vs Yahdi

MARDISON, PALU -Hingga saat ini, nasib ribuan warga yang terdampak bencana gempa, tsunami, dan tanah bergerak di Sulawesi Tengah (Sulteng) saat ini masih terkurung penderitaan. Sementara pemimpin daerah justru lebih disibukkan dengan urusan pribadi yang tidak penting.

“Sangat tidak sebanding nasib ribuan rakyat saat ini dengan pencemaran nama baik. Padahal sikap baik terhadap warga terdampak bencana jauh lebih mulia dari pada urusan pribadi,” kata Eva Bande kepada KabarToday, Minggu (7/7)

menyikapi laporan Gubernur Sulteng Longki Djanggola terhadap dugaan penyebaran berita hoaks yang dilakukan Yahdi Basma.

Masih ada pula masalah lain yang tak kalah penting kata Eva Bande, yakni regulasi tata ruang yang belum memenuhi prinsip keadilan ruang dan cepat tanggap bencana. “Mestinya urusan publik lebih diprioritaskan,” ujar Eva.

Ia kembali mengenang peristiwa pada pekan awal pascabencana alam di Pasigala (Palu, Sigi, Donggala). Salah satu isu yang cukup hangat adalah penyesalan para peneliti (Palu-Koro) terkait peringatan mereka tentang akan adanya potensi gempa besar yang mereka prediksi sejak tahun 2017, justru tidak direspons serius oleh pemimpin daerah.

Sementara nyata-nyata sekarang, yang terpublikasi cukup masif adalah urusan pembersihan nama baik dari pemimpin daerah.

“Kalau urusan begini malah cepat tanggap, sedangkan pengurusan nasib warga terdampak disia-siakan,” kata Eva.

Pemimpin pemerintahan, menurut Eva, tidak boleh antikritik dan sensitif reaksioner, sebab kedudukan politik yang disandangnya adalah mandat rakyat yang harus dipertanggungjawabkan pula kepada rakyat.

Ia mengutarakan, persoalan pribadi yang melibatkan pejabat publik dari ruang eksekutif vs legislatif, sebaiknya diselesaikan dengan cara yang sedapat mungkin menghindari reaksi publik. Karena keadaan mental warga Pasigala belum kembali pulih “utuh” sepenuhnya.

“Menjadi repot kalau urusan seperti ini digiring ke ranah hukum. Efek dominonya kuat, dan rentan kepentingan pihak-pihak lain yang menyulut bara menjadi api,” ujarnya.

Orang Nomor satu di daerah Sulteng yang rawan bencana ini tambahnya, mestinya berjiwa besar. Jauh lebih baik duduk bersama menyelesaikan masalah dengan kerendahan hati masing-masing pihak.

Ditempat terpisah Gubernur sulteng Longki Djanggola mengatakan Ha ha ha muda mudahan kasus saya ini tidak menimpa kepada saudari eva bande.

“Untuk urusan masalah bencana Pasigala semua sudah berjalan sesuai dengan kewenangan yang melekat di masing masing strata pemerintahan, baik yang menangani merupkan kewenangan kab kota, provinsi, pemerintah pusat melalui OPD masing masing.” Ucap Longki

lanjut Longki, Untuk penanganan masalah tersebut sebenarnya semuanya sementara berjalan dan tidak ada yang diabaikan, sebagaimana anggapan saudari eva.

“persoalan tata ruAng, semuanya sementara dalam revisi tata ruang yang berbasiskan mitigasi bencana, terkait Persoalan saya dengan yahdi menurut saya sangat penting karna menyangkut harga diri, wibawa pemerintahan dan kepercayaan masyarakat yang diprovokasi oleh sdr yahdi melalui berita2 bohong/ hoax.”

Muda mudahanhan saja saudari eva tidak akan mengalami keadaaan yang seperti yang saya alami sekarang. Pungkas Longki KABARTODAY.com