Enam Pelaku Pemerkosaan di Tangkap Polisi, Empat Diantaranya Masih Dibawah Umur

Tolitoli, Kabartoday.com – Kapolres Tolitoli, AKBP Budhi Batara Pratidina, SH,SIK,MH menggelar Konfrensi Pers kasus pencurian Sapi dan pemerkosaan yang digelar di Aula Parama Satwika Polres Tolitoli,Sulawesi Tengah. Selasa (25/05/21), dan di dampingi Kasubbag Humas Iptu Anshari dan Kanit Pidum polres Tolitoli, Ipda Sunatun,

Saat di gelarnya jumpa Pres salah satu kasus yang paling menyita perhatian adalah dugaan tindakan pemerkosaan dan pelecehan Seksual terhadap korban berinisial As (20), yang merupakan seorang ibu rumah tangga, yang dilakukan oleh enam pelaku. “Empat orang pelaku masih berstatus dibawah umur,”

Kasus pemerkosaan, Penyidik Polres Tolitoli menghadirkan dua tersangka yakni, Ja (26) dan Ik (18) warga Desa Ogomoli, Kecamatan Galang. Empat pelaku lainnya Su (17), Ry (17), Tf (17) dan Fi (16) tidak di hadirkan “Karna masih berstatus dibawah umur.”

Kronologis kejadian bermula dari pertemuan korban Sn dan Dh temannya dengan pelaku Sn, saat keduanya hendak pulang ke rumah dari puncak gunung cengkeh Tuweley. Saat itu pelaku (Sn) menghampiri Korban dan meminta nomor WhatsApp korban dan (Dh).

Saat korban dan Dh berada di rumah Rani, pelaku Sn menghubungi keduanya dan mengajak ketemuan. Ajakan SN langsung diiyakan, pertemuan pun terjadi di jembatan Desa Ogomoli.Tak berselang lama, ketiganya pun berboncengan menggunakan satu sepeda motor menuju ke puncak gunung.

Saat di puncak gunung, korban sempat melihat sejumlah lelaki yang datang, “tidak dikenalinya” Belakangan baru diketahui, ternyata mereka teman-teman pelaku (SN), Entah kenapa saat itu Dh meminta untuk diantar pulang oleh Sn, sementara korban ditinggali di puncak bersama teman-teman Sn. Tak lama berselang, Dh muncul kembali bersama pelaku Sn sambil menangis. Sejurus kemudian korban memeluk Dh dan bertanya. Dijawab Dh, dirinya mau pulang. Dh pun diantar pulang seorang teman pelaku Sn. Sementara korban tetap berada di puncak gunung.

Korban kemudian mengajak pelaku Sn untuk mengantarnya pulang.Saat di jalan, korban dibawa ke jalan kecil, yang ada di daerah gunung cengkeh itu. Dan Korban sempat bertanya untuk apa ke daerah itu, namun dijawab pelaku agar korban ikut saja. Ditanyai kembali korban, pelaku Sn hanya diam. Saat turun dari motor pelaku, korban yang sudah ketakutan mencoba melarikan diri dan melawan. Namun keburu tangan pelaku memegang bahu korban dan meminta korban untuk diam.

Dengan Perlakuan yang tidak senonoh, korban tetap berusaha melawan dan menendang pelaku Sn sambil mengatakan dia mau pulang. Namun apes, kaki korban dipegang pelaku dan diangkat sehingga tubuh korban terjungkal ke tanah.Saat itu juga pelaku Sn memaksa membuka celana korban, namun korban tetap melawan sambil memegang celananya. Tidak kuat melawan pelaku yang sudah di rasuki “Setan” kesempatan tersebut digunakan pelaku sambil membantak dengan nada keras agar korban diam.

Dengan sisa tenaga yang dimiliki, korban kemudian mendorong tubuh pelaku Sn hingga terlepas dan korban langsung mengambil posisi berdiri. Tak berselang waktu, datang teman-teman pelaku. Korban sempat mendengar ada yang berujar jika video korban akan disebar. Korban masih sempat bertanya celananya, namun tidak ada yang mau memberi tau. Pelaku sempat nyeletuk kepada temannya,”sebentar kamu,saya dulu.” Dan setelah itu pelaku kembali berujar dengan kalimat, “ini sudah perempuan itu, terserah jo,” selanjutnya pelaku Sn berlalu.

Penderitaan korban belum juga berakhir. Seorang pelaku lain yang juga teman Sn, mendorong korban hingga tersandar di pohon cengkih. Selanjutnya tubuh korban dipeluk pelaku dari belakang. Korban yang melawan berhasil melepaskan diri dari pelukan pelaku. Namun saat berusaha melarikan diri, namun karena situasi gelap, tubuh korban membentur pohon cengkih. Kemudian tangan korban ditarik hingga korban jatuh ke tanah.Saat itu pelaku yang tidak dikenal korban, berusaha melepas celana dan ingin merudal korban. Karena korban melawan dengan cara mendorong dan menendang. Pelaku pun gagal menggagahi korban.

Kemudian datang pelaku lain sambil memeluk tubuh korban dari samping lalu membanting korban ke tanah.Saat jatuh, kaki dan tangan korban dipegangi para pelaku hingga korban tidak kuat lagi berontak.Selanjutnya(maaf) payudara dan kemaluan korban dipegang para pelaku, bahkan ada yang memasukan jarinya ke kemaluan korban. Diperlakukan tidak senonoh demikian, korban hanya bisa merintih menahan rasa sakit.

Puas mencabuli korban, para pelaku pun melapas korbannya. Dan Korban berkata akan melapor ini ke pamannya.Korban pun mencari celananya yang ternyata disimpan salah satu pelaku. Setelah mendapat sendalnya, korban berjalan ke pinggiran jalan dan bertemu Srd dan minta diantar pulang ke rumah.

Setibanya di rumah, suami korban sempat melihat pakaian istrinya kotor, Waktu ditanyai, korban menceritakan peristiwa yang baru dialaminya. Sontak suaminya langsung melaporkan ke pihak berwajib. Polis pun bertindak cepat. Dalam waktu singkat enam pelaku berhasil ditangkap.

Dari hasil penyidikan polisi terungkap, awalnya pelaku Sn ingin melampiaskan nafsu bejadnya kepada Dh tetapi tidak berhasil. Buntutnya, korban As jadi sasaran tindakan perkosaannya.

Akibat perbuatannya, pelaku Sn dijerat Pasal 285 KUHPidana Jo Pasal 289 KUHPidana Jo Pasal 56 ayat 1 ke2e KUHPidana Jo UU No.11 tahun 2012 tentang sistim perlindungan anak.

Tiga orang terduga pelaku pencabulan Ry,Tf dan Fi dijerat dengan Pasal 289 KUHPidana Jo Pasal 56 ayat 1 ke 2e KUHPidana Jo UU No.11 tahun 2012 tentang sistim peradilan anak.Tersangka Ja dan Ik dijerat Pasal 289 KUHPidana Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1e KUHPidana dengan ancaman hukuman 12 tahun dan 9 tahun penjara..