dr. Mul: Hasil Rapid Tes Reaktif, Bukan Berarti Positif Covid-19

SUYANTO | PULANG PISAU | KALTENG –
Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis), dr. Muliyanto Budihardjo, M.Hlth.Sc menjelaskan, hasil rapid tes reaktif itu bukan berarti seseorang itu langsung positif terpapar covid-19 atau corona virus, ini yang terkadang belum dipahami oleh masyarakat dan akhirnya membuat mereka panik dan resah.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh pria yang akrab disapa Pak Mul itu dalam rapat analisa dan evaluasi (anev) di Posko Gugus Tugas Covid-19 Gedung PSC 119 Pulpis, Jumat (08/05).

“Rapid tes itu lebih merupakan tes diagnosa awal untuk mengukur dan mengetahui imunitas tubuh seseorang. Hasilnya bisa negatif maupun reaktif, dan apabila hasilnya reaktif itu bukan berarti seseorang tersebut serta merta positif terpapar Covid-19,” terangnya.

Menurutnya, itulah yang perlu dipahami masyarakat, jadi untuk mengetahui seseorang itu positif atau tidaknya terpapar corona virus itu perlu dilakukan tes lanjutan yaitu tes swab. Dalam tes swab akan diambil spesimen lendir dari pasien untuk selanjutnya dikirim dan diuji di laboratorium yang ada di Banjarbaru.

“Selaku Jubir gugus, saya mengharapkan media ikut berperan dalam memberikan ketenangan kepada masyarakat dengan memberikan informasi yang mengedukasi masyarakat,” pinta Pak Mul.

Hal senada juga disampaikan koordinator bidang Akuntabilitas dan Pengawasan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pulpis, Triono Rahyudi juga meminta agar media ikut memberikan informasi secara masif kepada masyarakat.

“Supaya bisa membentuk pola pikir dan kesadaran masyarakat untuk peduli terhadap pencegahan dan penanganan covid-19 khususnya di Kabupaten Pulpis ini,” tandas Triono yang juga menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Pulpis. KABAR TODAY.COM