dr. Bawa: Korban pemerkosaan perlukan penanganan dan pendampingan psikologisnya

SUYANTO | PULANG PISAU | KALTENG – Menanggapi adanya kasus pemerkosaan oleh guru honorer terhadap siswinya, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis) mengaku siap untuk pendampingan kepada korban.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala DP3AP2KB Pulpis, dr. Bawa Budi Rahardja, mengingat korban pemerkosaan yang terjadi disalah satu sekolah di Kecamatan Sebangau Kuala, Pulpis tersebut masih berstatus pelajar dan juga masih berusia dibawah umur.

“Untuk menindaklanjuti peristiwa pemerkosaan tersebut, saat ini kami sedang melakukan koordinasikan dengan staf dan bidang,” kata dr. Bawa, Senin (24/02).

Lebih lanjut, ia mengatakan untuk korban perkosaan itu memang harus mendapatkan pendampingan karena sedikit banyak psikologis korban akan terganggu, apalagi yang melakukan tindakan tidak terpuji itu adalah gurunya sendiri.

“Yang diperlukan lebih kepada penanganan psikologis korban Karena masih dibawah umur dan di P2TP2A ada konselornya untuk pendampingan psikologis korban,” katanya.

dr. Bawa juga mengatakan, untuk langkah mendesak, pihaknya akan melakukan koordinasi lintas sektor terutama kepada pihak berwajib dalam rangka melakukan penanganan dan juga akan mempersiapkan segala sesuatu terkait pendampingan yang akan diberikan kepada korban.

“Untuk langkah mendesak kami akan mengirim staf dari Bidang P2TP2A untuk koordinasi dengan lintas sektor, terutama dengan Polres Pulpis terkait kasus tersebut,” pungkasnya. KABAR TODAY.COM