Dinas Pendidikan Morut Menata Diri

JAYA MARHUM | KOLONEDALE – berdasarkan data dan sumber resmi, ternyata kendala kekurangan guru, sudah dihadapi Kabupaten
Morowali Utara (Morut), Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), sejak awal berdiri.

Data menyebutkan, Satu dari banyak persoalan yang dihadapi Pemkabnya, dan Dinas Pedidikan selaku institusi yang bersinggungan langsung dengan maju mundurnya pendidikan di Morut, tidak tinggal diam. Selalu sigap melakukan antisipasi yang cepat dan tepat.

Selama enam tahun lebih lahir, telah banyak inovasi yang dilakukan institusi ini. Semua demi kemajuan dunia pendidikan daerah.

Lahir sebagai daerah otonomi baru sejak tahun 2013, Dinas Pendidikan Morut, terus menata diri.

Boleh dibayangkan, sebagian besar tenaga pendidiknya tidak memiliki kompetensi sebagaimana diatur dalam UU No. 74 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Maka, secara internal dan eksternal semua yang terkait mutu direcoveri. Agar persoalan kependidikan yang dihadapi daerah, bisa diatasi dengan solusi yang tepat.

Tenaga pendidik yang kurang, dicarai dengan mengisi formasi ke sekolah melalui guru kontrak.

Sekitar 400 guru bantu lantas diabdikan pada sekolah yang tersebar pada 10 kecamatan.

Dengan harapan, dapat sedikit mengatasi kekurangan sekitar 2.000 guru di Morut.

Memang tidak semulus dan segampang membalik telapak tangan.

Itu diakui Kadis Pendidikan Morut Drs. H. Djira K kepada Kabar Today di Kolonedale, baru-baru ini. Bahkan tidak hanya soal kompetensi guru yang dialami daerahnya papar Djira.

¨Banyak calon kepala sekolah (Cakep) di Morut yang belum memiliki sertifikat, ¨ katanya

Ditambahkan, maka dari tahun ketahun dilakukanlah seleksi Cakep. Setelah itu yang lolos seleksi, dibekali kompetensi sehingga ketika menjadi kepala, akan dapat memanage sekolah yang ia pimpin.

Disatu sisi, sambung Kadis, saat ini berlaku delapan standar nasional yang harus dimiliki setiap sekolah. Antara lain, standar sarana, standar ketenagaan serta standar proses isi.

Dari delapan standar dikatakan Djira, lagi, yang paling penting adalah standar sarana.

¨Karena sejak Morut ada, Dinas Pendidikan mulai bekerja mengejar ketertinggalan. Dengan harapan, Pemda juga memberikan perhatian lewat APBD, kendati tidak harus seluruhnya, ¨ bebernya

Sedang, Morut sendiri memiliki beberapa wilayah yang agak jauh dari kota kabupaten bahkan harus ditempuh lewat laut lantaran kondisi geografis.

Ia mencontohkan, Seperti, Bungku Utara, Mamosalato, Mori Utara dengan sebagian pesisirnya, serta Kecamatan Soyojaya.

Selain sulit dijangkau, akses komukasi dan internet masih menjadi kendala.

¨Maka untuk daerah-daerah yang terpencil, diharapkan bisa mendekat ke akses yang bisa dijangkau sistem on line, ¨ pungkasnya. KABARTODAY.com

Editoring: JeM